Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.(Dok. Diskominfo Kota Bontang)
PEMERINTAH Kota Bontang terus menempatkan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan ketahanan family sebagai prioritas utama. Komitmen itu berbuah manis lewat pencapaian gemilang Kampung KB Bestari (Belimbing Sejahtera Lestari) Kelurahan Belimbing, nan sukses mewakili Kota Bontang dalam arena Wawancara Pemutakhiran Kampung KB Tingkat Nasional Tahun 2026.
Kegiatan pertimbangan nan diselenggarakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN ini diikuti secara virtual dari Ruang Rapat Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang pekan lalu.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, datang langsung via daring untuk menyampaikan komitmen pemerintah wilayah di hadapan majelis juri nasional. Ia menegaskan support absolut Pemkot Bontang terhadap penguatan delapan kegunaan family serta percepatan penurunan stunting secara terpadu.
"Kami terus membangun kerjasama lintas sektor untuk memastikan program pembangunan family dan penanganan stunting dapat melangkah efektif dan berkelanjutan," kata Neni, Rabu (17/6).
Neni menyatakan bahwa Pemkot Bontang juga memperkuat peran kader Bangga Kencana melalui peningkatan insentif. Sebanyak 514 kader sekarang menerima insentif sebesar Rp1 juta per bulan, meningkat dari sebelumnya Rp250 ribu, sebagai corak apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendampingi masyarakat.
"Pemerintah wilayah terus berkomitmen memperkuat pembangunan family lewat kerjasama lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat agar kualitas hidup penduduk terus meningkat," ujar dia.
Dalam penilaian tersebut, Pemkot Bontang memaparkan sejumlah penemuan unggulan, seperti SIDAYA (Sekolah Lansia Berdaya), GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Gerakan Ayah Teladan Indonesia, dan TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak). Di samping itu, sebagai corak apresiasi bagi ujung tombak program di lapangan, pemerintah juga telah meningkatkan insentif untuk 514 kader Bangga Kencana dan IMP dari Rp250 ribu menjadi Rp1 juta per bulan.
Sementara itu, Lurah Belimbing menjabarkan bahwa keberhasilan Kampung KB Bestari tidak lepas dari sinergi nan kuat sejak dibentuk pada tahun 2022. Kampung nan mencakup 51 RT dengan populasi 12.075 jiwa dan 3.992 KK ini mendapat support anggaran nan solid, mulai dari APBN, APBD, CSR perusahaan, Baznas, hingga swadaya murni dari masyarakat setempat.
Kerja keras lintas sektor ini sukses menorehkan beragam prestasi membanggakan. Produk UMKM hasil kerajinan penduduk tercatat sukses menembus pasar Kamboja. Selain itu, kesertaan program KB modern di wilayah tersebut meningkat pesat dari 51,6% menjadi 63,3%, nan diikuti dengan kenaikan Indeks Pembangunan Keluarga dari 56,7% menjadi 73,6%.
Pada sesi dialog, majelis juri nasional memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya intervensi melalui program homecare dan support nutrisi nan dijalankan. Program-program tersebut dinilai sukses menekan jumlah anak stunting di Kelurahan Belimbing dari 101 menjadi 95 anak, sekaligus mendukung sasaran besar Pemkot Bontang untuk mencapai prevalensi stunting di bawah 10%. (RO/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·