'Kampung Hilang' Muncul Lagi, BBWSC3 Pastikan Kondisi Bendungan Karian Aman

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Kabupaten Lebak -

Kampung di Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, terlihat kembali saat air di Bendungan Karian menyusut saat musim kemarau. Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) menyebut pasokan dan tampungan air di Bendungan Karian tetap kondusif untuk kebutuhan air baku serta suplai air irigasi ke Daerah Irigasi (DI) Ciujung.

Kepala BBWSC3 Dedi Yudha Lesmana mengatakan kejadian munculnya kembali gedung di dasar waduk tersebut merupakan kondisi nan wajar. Kondisi itu tidak mengindikasikan adanya gangguan kegunaan bendungan.

Menurutnya, debit total air nan dirilis dari Bendungan Karian sebesar 24 m³/detik sebagai suplesi irigasi dari intake Bendungan Karian ke Bendung Gerak Pamarayan Baru guna melayani DI Ciujung, sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian di wilayah jasa tetap dapat terpenuhi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini tampungan Bendungan Karian tetap kondusif untuk memenuhi kebutuhan air baku maupun irigasi. Penurunan muka air sekitar 80 sentimeter dari elevasi normal merupakan kondisi nan lazim terjadi pada musim tandus dan tetap berada dalam pemisah kondusif operasi waduk," ujar Dedi, Rabu (28/7/2026).

Adapun gedung jejak permukiman di wilayah Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak berada di hulu waduk dengan elevasi di atas +64,50 meter dan berjarak 16 kilometer dari as bendungan. Sehingga meskipun muka air waduk berada pada elevasi normal, sebagian lahan maupun gedung nan telah dibebaskan memang tetap bakal tampak lantaran hanya tergenang sebagian.

"Sebagai upaya mengantisipasi musim tandus nan diperkirakan tetap berjalan hingga Agustus mendatang, BBWS C3 terus menjaga kesiapan air pada tampungan nan dikelola, baik waduk maupun bendung agar tetap bisa memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat," kata Dedi.

Menurut Dedi, langkah ini juga sejalan dengan pengarahan Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Arnold Ritiauw, bahwa seluruh unit kerja wajib mengoptimalkan pengelolaan tampungan air selama tiga bulan ke depan guna menjaga keberlanjutan pasokan air hingga memasuki masa transisi menuju musim hujan.

Kampung Kembali Terlihat

Sebagaimana diketahui, sekarang kampung di Bendungan Karian tersebut kembali terlihat saat air menyusut. Kondisi ini menarik perhatian warga.

Meski sudah tak beratap, tembok-tembok rumah di kampung tersebut mulai terlihat. Kampung padat masyarakat nan tergenang air itu pun tampak.

"Lokasi di ujung genangan Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, sudah di area hulu nan jaraknya 16 kilometer dari as bendungan, dan awalnya memang merupakan wilayah permukiman padat," ujar Dedi Yudha Lesmana, Senin (27/7).

Bangunan-bangunan itu memang tidak dihancurkan saat air diisi. Petugas membersihkan tanaman-tanaman nan ada di area waduk.

"Kondisi seluruh area genangan meski sudah dibebaskan tidak dilakukan demolish (pembongkaran) untuk seluruh gedung nan terdampak. Adapun nan dilakukan proses clearing (pembersihan) oleh tim bangunan hanya tanamannya saja," ujarnya.

Dedi menyebut saat ini air dalam waduk hanya menyusut sekitar 5 persen. Kondisi itu membikin gedung rumah nan ditinggalkan itu tampak secara jelas.

"Pada muka air banjir (MAB) waduk, sebagian rumah bakal tenggelam lantaran beda tinggi dengan muka air normal sekitar 3,35 meter. Saat ini elevasinya turun sekitar 80 cm dari muka air normal," katanya.

(aik/jbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News