Kampung Bahari Digerebek BNN: Sita Senpi-BMW X1, Warga Sempat Melawan

Sedang Trending 50 menit yang lalu
Suasana terkini jejak letak berantem BNN, Polisi, dengan golongan pengedar narkoba di Kampung Bahari, Jalan Samudera, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI berbareng Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara, menggelar operasi besar-besaran di area Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8).

Dalam operasi tersebut, petugas menangkap buronan kasus narkoba Muhammad Ridwan namalain Bos Gendut dan menyita sejumlah peralatan bukti, termasuk senjata api serta dua mobil.

“Operasi besar-besaran kembali digelar di area Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dalam upaya memberantas peredaran gelap narkotika,” kata Direktur Penindakan dan Pengejaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan dalam keterangannya, Kamis (13/8).

Penangkapan Bos Gendut merupakan tindak lanjut operasi penertiban Kampung Narkoba pada Oktober 2025.

Saat itu, dia melarikan diri setelah tersangkut kasus kepemilikan 98 kilogram sabu, duit tunai Rp 1,4 miliar, beragam logam mulia, serta tujuh pucuk senjata api.

Sasar 3 Lokasi Bandar Narkoba

Tim campuran dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polda Metro Jaya menggelar operasi di area Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/6/2026). Foto: BNN

Operasi campuran diawali apel kesiapan personel di Kantor BNNK Jakarta Utara pada pukul 05.30 WIB. Setelah berkoordinasi, petugas bergerak menuju sejumlah sasaran operasi di Kampung Bahari.

Penggeledahan dilakukan di kandang mobil serta kediaman Muhammad Ridwan di Jalan Bak Air dan Jalan Samudra. Rumah A namalain Lopes dan Kimmul di area Jalan Bak Air, Tanjung Priok, juga digeledah.

Lokasi-lokasi tersebut diduga menjadi titik penyimpanan peralatan bukti narkotika dan senjata.

Massa Lontarkan Kembang Api, Petugas Tembakkan Gas Air Mata

Situasi sempat memanas saat petugas melakukan penindakan. Sejumlah penduduk sekitar melakukan perlawanan dengan melemparkan kembang api ke arah petugas keamanan.

“Menanggapi situasi nan berpotensi membahayakan tersebut, tim campuran dengan sigap mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembakkan gas air mata guna membubarkan massa dan mengamankan perimeter operasi agar penggeledahan dapat terus berjalan,” kata Roy.

Setelah situasi sukses dikendalikan, petugas melanjutkan penggeledahan hingga seluruh sasaran operasi tercapai.

Selain menangkap Bos Gendut, petugas mengamankan tiga orang lainnya nan diduga berkedudukan sebagai pengedar narkoba di wilayah tersebut. Mereka kemudian dibawa ke Kantor BNNK Jakarta Utara berbareng peralatan bukti untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut mengenai jaringan narkotika mereka.

Sita BMW hingga Senjata Api

Dari hasil penggeledahan, petugas menyita sejumlah peralatan bukti nan diduga berangkaian dengan aktivitas jaringan narkoba tersebut.

Barang bukti itu berupa dua unit mobil, ialah BMW X1 putih dan Mitsubishi Xpander hitam. Petugas juga mengamankan timbangan digital, perangkat CCTV, perangkat komunikasi HT, serta iPhone.

Selain itu, petugas menemukan sejumlah perlengkapan senjata api. Barang bukti tersebut terdiri dari satu pucuk senjata api, satu buah laras panjang, 54 butir peluru tajam kaliber 9 mm, 71 butir peluru karet, serta holster senjata.

“Kekhawatiran bakal senjata api terlarangan di tangan para bandar terbukti nyata dengan disitanya beragam perlengkapan rawan dari letak kejadian,” ujar Roy.

Roy menyebut barang-barang tersebut menjadi indikasi kuat adanya potensi ancaman keamanan serius di lingkungan masyarakat.

Operasi ini menjadi bagian dari upaya abdi negara penegak norma memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya, terutama di wilayah nan selama ini dikenal sebagai pedoman peredaran gelap narkotika.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan