Kemendagri Dorong Integrasi ASRI dan PSEL untuk Persampahan Nasional Berbasis Kota Cerdas

Sedang Trending 57 menit yang lalu
Kemendagri Dorong Integrasi ASRI dan PSEL untuk Persampahan Nasional Berbasis Kota Cerdas Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA.(Dok. Kemendagri)

KEMENTERIAN Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong integrasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di sisi hulu dengan teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sisi hilir, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota cerdas dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, dalam Waste to Energy Forum: Enhancing National Efforts through Regional Governance and Yield Innovation di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8), bagian dari rangkaian IISMEX 2026 nan mempertemukan pemerintah pusat-daerah, bumi usaha, akademisi, komunitas, dan mitra internasional.

Menurut Safrizal, pengelolaan sampah adalah tantangan utama pembangunan perkotaan sekaligus bagian krusial agenda Smart City. Kota cerdas, katanya, bukan sekadar soal digitalisasi, melainkan keahlian pemda memakai teknologi dan tata kelola untuk menjawab persoalan nyata masyarakat.

"Smart City bukan sekadar digitalisasi, tetapi gimana teknologi dan penemuan digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Ia menegaskan penanganan sampah kudu terpadu dari hulu ke hilir. Di hulu, ASRI mendorong perubahan perilaku masyarakat, pengurangan, penggunaan kembali, daur ulang, dan pemilahan sejak dari sumber. Di hilir, sampah nan tak lagi bisa dimanfaatkan diolah lewat teknologi seperti PSEL, sehingga volume nan masuk ke TPA bisa ditekan.

"Dari ASRI di hulu menuju PSEL dan teknologi pengolahan di hilir, semuanya kudu menjadi satu ekosistem," tegasnya.

Safrizal menekankan PSEL bukan pengganti seluruh sistem persampahan, melainkan bagian dari ekosistem terpadu. 
Keberhasilannya berjuntai pada kesiapan pemda, kelembagaan, kebijakan, lahan, infrastruktur, hingga pasokan sampah nan sesuai kebutuhan teknologi.

"Persiapannya kudu dilakukan sejak sekarang. Penyiapan tidak cukup hanya satu tahun," jelasnya, seraya mendorong keterlibatan bumi upaya dalam teknologi dan investasi, dengan pemda memastikan kesiapan tata kelola.

Sebagai National Representative Indonesia di ASEAN Smart Cities Network (ASCN), Safrizal juga mendorong pertukaran pengalaman antarkota Indonesia dan kota-kota personil ASCN dalam pemanfaatan teknologi persampahan.

Kemendagri berambisi hasil forum ditindaklanjuti lewat penguatan kebijakan daerah, sinkronisasi perencanaan-penganggaran, peningkatan kapabilitas aparatur, pengembangan infrastruktur, serta pembukaan kesempatan investasi dan kerja sama. *Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan dengan pendekatan kota pandai menjadi salah satu konsentrasi utama dalam upaya tersebut.*

"Yang mau kita bangun bukan sekadar kota nan mempunyai teknologi canggih, tetapi kota yang bisa menggunakan teknologi, kebijakan, dan kerjasama untuk memberikan faedah nyata kepada masyarakat," pungkasnya. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia