
Pembalap Tim Mercedes AMG Petronas, George Russell. (Foto: Instagram/mercedesamgf1)
PETA persaingan gelar juara bumi Formula 1 (F1) 2026 mengalami pergeseran tak terduga di awal musim. Pembalap debutan Mercedes AMG Petronas, Andrea Kimi Antonelli, secara mengejutkan memimpin klasemen sementara pembalap F1 2026 dengan kelebihan sembilan poin atas rekan setimnya nan lebih senior, George Russell.
Perlombaan F1 2026 secara live dapat disaksikan streaming di Vision+ channel beIN Sport dengan klik di sini.
Padahal, pada seri pembuka Russell bisa bercahaya dan langsung dijagokan. Namun, sekarang Antonelli bisa mencuri perhatian usai dua kemenangan terakhirnya di GP China dan Jepang.
Melihat kondisi itu, Russell menegaskan dirinya sama sekali tidak merasa terancam oleh situasi tersebut.
1. Tidak Gentar
Setelah memulai musim dengan kemenangan meyakinkan di Australia dan Sprint Race Shanghai, Russell kudu rela memandang Antonelli mengambil alih panggung pada balapan utama di China dan Jepang. Namun, Russell menilai perubahan nasib ini lebih banyak dipengaruhi oleh aspek keberuntungan dan tantangan teknis dari izin mesin terbaru 2026, bukan semata-mata lantaran perbedaan kecepatan murni.
Seperti di Sirkuit Suzuka, Jepang, Russell kudu puas finis di posisi keempat setelah strategi dan posisi balapnya dirugikan oleh waktu keluarnya Safety Car nan justru menguntungkan Antonelli. Ia menekankan dalam era mobil baru ini, masalah bisa datang kapan saja secara acak.
Kimi Antonelli. (Foto: Instagram/mercedesamgf1)
"Ini hanya masalah gimana segalanya berjalan. Anda tidak bisa memprediksinya," ujar Russell, dikutip dari Crash, Sabtu (4/4/2026).
"Beberapa pembalap mengalami masalah di sesi latihan, sementara saya justru mengalaminya di kualifikasi. Ini murni 'keberuntungan undian' dengan mobil-mobil baru ini. Tapi ini baru balapan ketiga dari 22 seri. Saya sama sekali tidak khawatir, perjalanan musim tetap sangat panjang,” tambahnya.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·