Kala Chatib Basri dan Budi Gunadi Menghadap Prabowo di Tengah Isu Jadi Menkeu

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin tiba-tiba menghadap Presiden Prabowo Subianto di tengah rumor tawaran posisi Menkeu menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Chatib dan Budi kompak menepis rumor itu.

Dirangkum detikcom, keduanya merapat ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6/2026) kemarin. Mulanya, terlihat Chatib Basri di pintu pilar dekat Istana pada pukul 15.35 WIB.

Chatib datang berbarengan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Chatib membenarkan bakal menemui Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya," kata Chatib saat ditanya apakah dirinya bakal menemui Presiden.

Tak lama berselang, Budi Gunadi juga telihat di pintu pilar. Budi langsung masuk ke Istana.

"Halo. Sehat-sehat ya kalian," kata Budi singkat seraya melangkah memasuki Istana.

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat berjamu di RSUD Kota Bima, Jumat, (27/2/2026). (Dok. Rafiin/detikBali)Menkes Budi Gunadi Sadikin (Dok. Rafiin/detikcom)

Dasco soal Chatib ke Istana

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menanggapi pertemuan Prabowo dengan Luhut hingga Chatib. Dasco mengaku telah meminta konfirmasi kepada pihak Istana mengenai pertemuan tersebut.

Dasco mengatakan pertemuan itu unik untuk memberi masukan mengenai perkembangan ekonomi saat ini. Dia mengatakan Chatib Basri datang dalam kapabilitas sebagai personil Dewan Ekonomi Nasional, sedangkan Luhut sebagai Ketua DEN.

"Ya, pertemuan tadi sore antara Presiden dengan Pak Luhut dan Pak Chatib Basri, itu saya sudah memintakan konfirmasi dan sudah dapat konfirmasinya dari pemerintah, dari pihak Istana. Bahwa pertemuan tadi Pak Luhut sebagai dalam kapabilitas sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional dan Pak Chatib Basri itu sebagai personil Dewan Ekonomi Nasional," kata Dasco di kompleks parlemen Senayan, Jakarta.

Menurutnya, dalam pertemuan itu, Dewan Ekonomi Nasional memberikan sejumlah masukan kepada Prabowo. Khususnya, mengenai langkah-langkah nan dapat ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Luhut Bongkar Isi Pertemuan

Luhut berbareng personil DEN Chatib Basri, Septian Hario Seto, dan Firman Hidayat menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta. Luhut mengatakan pertemuan itu membahas sejumlah rumor ekonomi, termasuk pembenahan tata kelola MBG dan optimasi digitalisasi pelayanan publik oleh pemerintah alias government technology (govtech).

"Setelah kami dipanggil oleh Presiden, saya kira penjelasan pertama adalah hasil survei nan dilakukan oleh Dewan Ekonomi mengenai penyelenggaraan makan bergizi nan kita lakukan di 800 titik, jadi betul-betul dengan profesional. Jadi kita harus, kami di DEN menjaga betul kredibilitas kami dan itu kami laporkan ke Presiden detail," kata Luhut usai pertemuan.

Luhut menyampaikan pihaknya membicarakan mengenai optimasi govtech berbasis AI. Menurutnya, info nan dimiliki menjadi satu berbasis AI.

"Tadi kami laporkan mengenai government technology lantaran sudah 80% government technology ini terkoneksi dan pertama kali juga 8 kementerian/lembaga sepanjang Republik sekarang mereka datanya jadi satu, tanggal 1 Juni kemarin. Jadi sebenarnya tanggal 1 Juni kemarin itu ada peristiwa besar jika menurut kami lantaran datanya menjadi satu berbasis AI," kata Luhut.

"Jadi pemerintahan Presiden Prabowo ini kelak govtech ini bakal menjadi satu bagian nan paling penting. Kenapa, lantaran semua info kelak bakal terkumpul dengan baik dan kita tidak ada nan bisa lari dari situ," sambungnya.


Chatib Tepis Isu Tawaran Menkeu

Setelah itu, Chatib pun angkat bicara mengena rumor beredar dirinya ditawari posisi Menkeu di Kabinet Merah Putih menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Chatib menegaskan tidak ada tawaran tersebut.

"Nggak ada. Masa, ini kita telaah soal ekonomi kok," kata Chatib usai pertemuan dengan Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Chatib menjelaskan isi pertemuan dengan Prabowo berbareng Luhut Binsar Pandjaitan dan personil lainnya. Salah satunya mengenai perkembangan situasi ekonomi makro.

Chatib mengatakan kondisi rupiah melemah berakibat pada rakyat kecil. Dia menyebut langkah efisiensi anggaran diperlukan dalam menangani masalah tersebut, termasuk dalam menjalankan program MBG.

"Dan apa nan kudu dilakukan termasuk juga untuk menumbuhkan masalah confidence, masalah trust kepada pemerintah. Salah satunya adalah langkah-langkah nan dilakukan di dalam efisiensi anggaran termasuk salah satu di antaranya di dalam kaitan dengan MBG," kata dia.

Budi Gunadi Juga Menepis

Budi Gunadi mengungkapkan isi pembicaraan dalam pertemuan tersebut. Adapun Budi tiba di Istana pada pukul 17.03 WIB. Ia kemudian keluar pada pukul 18.48 WIB.

"Besok di ajak ke Krui, Lampung Barat, mau ikut nggak? Peresmian rumah sakit," ungkap Budi saat melangkah ke luar Istana.

Budi menyampaikan Prabowo meminta perkembangan laporan, antara lain program Cek Kesehatan Gratis (CKG), penanganan TBC, dan percepatan pembangunan 66 rumah sakit di wilayah 3T.

"Kan beliau kasih 3 quick win, jadi beliau minta update. nan pertama, cek kesehatan gratis. Dua, TBC, dan ketiga sama rumah sakit nan 66 itu, dan itu kan sudah jadi 20, sudah beraksi 12. Jadi beliau, 'ya udah saya mau lihat'. Jadi mungkin rencananya mau mengunjungi," katanya.

Budi kemudian ditanya mengenai berita beredar dirinya diisukan bakal menjadi Menkeu. Ia menjawab singkat seraya terkekeh.

"Wah itu kan kata situ," katanya seraya melangkah ke arah mobilnya.

"Sekarang tetap jadi Menkes," imbuhnya.

(whn/yld)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News