Kakorlantas Jelaskan Alasan Operasi Patuh Ditunda, Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan argumen penundaan penyelenggaraan Operasi Patuh nan sebelumnya telah disosialisasikan kepada masyarakat. Menurutnya, operasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi cipta kondisi menjelang seremoni Natal dan tahun baru (Nataru), sehingga pelaksanaannya dinilai tetap terlalu dini.

"Operasi alim memang sudah kami sosialisasikan itu ya, jadi begini rekan-rekan. Ada lima agenda besar operasi di kepolisian, khususnya di Korlantas. nan pertama adalah Operasi Keselamatan, itu mendahului Operasi Ketupat. Setelah Operasi Ketupat, ada Operasi Patuh dengan Zebra, itu adalah operasi cipta kondisi pada saat operasi Natal dan Tahun Baru," kata Irjen Agus, kepada wartawan, di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Irjen Agus mengatakan hasil kajian dan pertimbangan menunjukkan penyelenggaraan Operasi Patuh sebaiknya dilakukan mendekati agenda Nataru. Oleh lantaran itu, pihaknya memutuskan menunda operasi tersebut untuk sementara waktu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, jaraknya tetap jauh, sehingga Operasi Patuh, hasil analisa dan evaluasi, mungkin kelak setelah mendekati aktivitas Natal. Jadi, itu pertimbangan dan tentunya kami berambisi dengan sosialisasi kemarin, Operasi Patuh sementara kita tunda lantaran memang agenda besar operasi cipta kondisi operasi Natal itu tetap jauh, sehingga ini kita tunda," ujarnya.

Terkait agenda pelaksanaannya, Irjen Agus mengatakan Korlantas Polri tetap menunggu hasil pertimbangan dan pengarahan ketua Polri. Menurutnya, Operasi Patuh bisa digelar setelah peringatan Hari Bhayangkara 1 Juli.

"Tentunya kelak kami bakal pertimbangan dan minta petunjuk ketua ya. Dalam perihal ini Astamaops, kelak tepatnya kapan, apakah setelah HUT Bhayangkara alias mungkin satu bulan setelah HUT Bhayangkara nan mana operasi tersebut adalah cipta kondisi mendekati operasi Natal dan Tahun Baru, baik itu alim dan Operasi Zebra," ucapnya.

Irjen Agus lampau menjelaskan skema Operasi Patuh ialah 60 persen melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), 30 persen tilang manual dan 10 persen imbauan/teguran simpatik nan sebelumnya telah disiapkan. Karena Operasi Patuh ditunda, penerapannya juga menyesuaikan dengan waktu penyelenggaraan operasi.

"Semua aktivitas kepolisian itu baik, dengan maksud gimana kita bisa memastikan pengguna jalan itu tertib, lancar, dan nomor pelanggaran juga bisa turun, termasuk juga nomor fatalitas. Oleh karena itu, susunan daripada penegakan norma itu kudu kita kelola. Jadi rencana memang 30% itu melakukan tilang dan 60% itu ETLE. Ini sudah kami sosialisasikan," ucapnya.

Irjen Agus menegaskan tujuan utama pihaknya bukan memperbanyak penindakan, melainkan membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas melalui pendekatan nan lebih humanis.

"Oleh karena itu, kami berambisi kepada masyarakat, jadi kami Korlantas Polri tidak bangga untuk melakukan penegakan hukum, tetapi gimana kita merangkul masyarakat, dekat dengan masyarakat dengan program Polantas Menyapa. Itu nan sudah kami lakukan, sehingga kami berharap, mari kita sama-sama tertib dengan dirinya sendiri untuk kepentingan keselamatan. Saya rasa itu," ucapnya.

(eva/hri)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News