Seorang kakek berjulukan Suwardi (68 tahun) lenyap di Taman Nasional (TN) Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Warga Dusun Sidomulyo itu dilaporkan lenyap sejak Minggu (5/4).
Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo, Puryono, menuturkan Suwardi masuk ke rimba TN Baluran pada Sabtu (4/4) pagi. Ia pergi untuk mencari sapinya nan hilang.
"Sore harinya, sekitar pukul 15.00 WIB, seorang rekan sesama penggembala berjulukan Hosen sempat memandang korban tengah menggiring sapinya pulang," kata Puryono, Minggu (12/4).
Namun, hingga malam hari, Suwardi tak kunjung sampai di rumah. Pihak family nan merasa cemas kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banyuputih pada Minggu pagi (5/4).
Sejak itu operasi pencarian dilakukan hingga tujuh hari dan Suwardi belum ditemukan. Tim SAR kemudian menghentikan pencarian pada Sabtu (11/4).
"Keputusan penghentian operasi ini diambil berasas hasil pertimbangan dan koordinasi berbareng Basarnas Kantor SAR Banyuwangi," ujar Puryono.
Pencarian Hari Terakhir Tak Temukan Tanda-Tanda Korban
Pada hari penutupan operasi, tim campuran membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Pihaknya melakukan penyisiran intensif sekitar 2,5 km dari titik terakhir korban terlihat (Last Known Position).
"Pencarian didasarkan pada kajian pergerakan korban serta pertimbangan teknis dari hari-hari sebelumnya," katanya.
Meski telah mengerahkan beragam Alat Utama (Alut) canggih, termasuk 2 unit drone milik Basarnas dan Polhut TN Baluran, motor trail, serta perangkat navigasi lengkap, tanda-tanda keberadaan korban tetap nihil.
"Upaya pencarian hingga hari ketujuh belum membuahkan hasil. Sesuai prosedur dan hasil koordinasi dengan koordinator Basarnas, Operasi SAR campuran untuk pencarian kakek Suwardi dinyatakan selesai," pungkasnya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·