, MANADO, – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara, Ramdhani, menegaskan bahwa tantangan di bagian keimigrasian saat ini tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah seorang diri. Ia menyatakan perlunya sinergi nan kuat dengan beragam pemangku kepentingan melalui pendekatan kolaboratif.
Pernyataan tersebut disampaikan Ramdhani dalam aktivitas Analisis dan Evaluasi Kinerja Semester I Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulut di Manado, Rabu. Ia mendorong seluruh jajarannya untuk membangun budaya kerja nan semakin kolaboratif.
"Saya mau seluruh jejeran membangun budaya kerja nan semakin kolaboratif melalui pendekatan pentahelix," ujar Ramdhani. Pendekatan ini melibatkan sinergi multipihak nan dianggap krusial untuk menjawab kompleksitas tugas keimigrasian.
Dukungan Investasi dan Riset
Ramdhani merinci bahwa sinergi dengan pelaku upaya sangat dibutuhkan untuk mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, perguruan tinggi mempunyai peran vital dalam menghasilkan kebijakan berbasis riset dan inovasi.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi kunci dalam membangun kesadaran norma serta menciptakan pengawasan partisipatif. "Kolaborasi berikutnya adalah dengan media sebagai mitra strategis dalam membangun komunikasi publik nan terbuka, edukatif, dan terpercaya," tambahnya.
Imigrasi sebagai Fasilitator Pembangunan
Lebih lanjut, Ramdhani menyebut bahwa seluruh penyelenggaraan tugas kudu selaras dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta mendukung penerapan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Ia menekankan posisi strategis Imigrasi nan tidak hanya sebagai gatekeeper alias penjaga gerbang kedaulatan negara.
"Akan tetapi imigrasi juga menjadi facilitator of development nan mendukung investasi, pariwisata, perdagangan internasional, dan pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya. Di saat nan sama, Imigrasi bertanggung jawab memastikan pengawasan orang asing semakin efektif melalui pendekatan intelijen dan kajian risiko.
Ramdhani juga menyoroti tanggung jawab untuk mempercepat transformasi digital jasa keimigrasian. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik serta penguatan tata kelola organisasi nan profesional, adaptif, transparan, dan akuntabel.
Menutup arahannya, Ramdhani berambisi forum pertimbangan keahlian tersebut menjadi ruang perbincangan nan terbuka dan konstruktif. "Sampaikan kondisi nan sebenarnya, identifikasi setiap hambatan secara jujur, bagikan praktik-praktik terbaik nan telah sukses dilaksanakan, serta rumuskan langkah-langkah perbaikan nan konkret, terukur, dan dapat segera diimplementasikan," harapnya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·