KAI Susun Peta Jalan Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 100 Persen pada 2060

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi kereta api nan melintas dari terowongan. Foto: Nurul46/Shutterstock

PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI resmi menyusun peta jalan dekarbonisasi, dengan sasaran penurunan 100 persen emisi seiring dengan sasaran net zero emission Indonesia pada tahun 2060.

Penyusunan peta jalan ini merupakan corak support pemerintah Inggris kepada pemerintah Indonesia dalam program UK Partnering for Accelerated Climate Transition (UK PACT), nan diimplementasikan oleh Palladium berbareng Kynergy Consulting.

Vice President of Sustainability KAI, Tria Mutiari Meilan, mengatakan kereta api dapat menarik peralihan kendaraan pribadi ke pikulan massal rendah karbon dan menjadi instrumen paling efisien untuk memangkas emisi transportasi secara besar-besaran.

"Peta jalan ini menjadi pedoman untuk menurunkan emisi secara berjenjang sembari tetap menjaga kualitas jasa dan keberlanjutan bisnis,” kata Tria saat Media Briefing, Kamis (11/6).

Project Director Kynergy Consulting, Rekyan Eckersley, mengatakan kereta api adalah moda dengan emisi nan relatif rendah. Tercatat, kereta api hanya menyumbang sekitar 1 persen dari total emisi gas rumah kaca (GRK) sektor transportasi nasional, jauh di bawah kendaraan darat nan mendominasi 89 persen.

“Memperkuat kapabilitas dan daya tarik layanannya menjadi bagian krusial dari strategi dekarbonisasi transportasi Indonesia dan kami bangga mendampingi KAI merumuskannya,” jelasnya.

Dukungan pemerintah Inggris ini turut membuka jalur akses KAI menuju instrumen pembiayaan hijau internasional mulai dari obligasi keberlanjutan (sustainability bonds) hingga skema insentif suasana global, untuk mendanai investasi transportasi rendah karbon jangka panjang.

Pada tahun 2030, KAI menargetkan penurunan emisi 25,76 persen alias 166.873 ton CO2e dari baseline 647.785 ton CO2e. Kemudian pada 2035, sasaran bisa menurun 35,55 persen dari baseline.

instagram embed

Selanjutnya pada tahun 2050, sasaran penurunan emisi karbon KAI sebesar 78,17 persen dari baseline, dan pada 2060 diharapkan bisa turun 100 persen alias sebesar 1.093.311 ton CO2e.

Beberapa strategi nan bakal dilaksanakan ialah elektrifikasi seluruh jalur rel sepanjang 1.038,7 km, termasuk KRL, LRT Jabodebek, dan Whoosh. Lalu, efisiensi operasional dan Sertifikasi Green Building EDGE di stasiun, depo, dan kantor.

Selanjutnya, transisi bahan bakar biodiesel dari B0 (2017) ke B40 (2025), menuju B50 (2026), dan instalasi 3.435,5 kWp panel surya di 66 lokasi, serta program penanaman pohon 107.757 pohon ditanam 2021–2025.

Sejauh ini, intensitas emisi per moda KAI ialah LRT Jabodebek sebesar 15 gr CO2-eq per penumpang-km, KA Antarkota: 16,43 gr CO2-eq per penumpang-km, dan KRL Commuter Line: 34,03 gr CO2-eq per penumpang-km.

Adapun support UK PACT dan Kynergy Consulting mencakup kajian Lifecycle Cost Analysis (LCCA) transisi bahan bakar B50, kajian Improve & Shifting alias percepatan transisi KRD ke KRL dan modernisasi sistem persinyalan, dan pengembangan instrumen Operator-Based Financing dan akses green financing global.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan