KAI Logistik, anak upaya KAI, ekspansi upaya pada pikulan Crude Palm Oil (CPO) di Sumatera Utara. Perseroan menargetkan mengangkut lebih dari 200.000 ton CPO per tahun, dengan melayani rata-rata dua rangkaian kereta api per hari.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengatakan jasa logistik tersebut terintegrasi dengan jasa pengangkutan utama melalui moda kereta api oleh KAI. CPO juga merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia nan mempunyai kontribusi signifikan terhadap devisa negara, industri hilir, serta ketahanan daya nasional melalui pemanfaatan biodiesel.
"Oleh lantaran itu, keandalan pengedaran CPO, khususnya dari sentra produksi di Sumatera Utara menuju titik pengedaran dan pelabuhan, menjadi aspek nan sangat penting. Melalui sinergi jasa multimoda berbareng KAI, KAI Logistik berkomitmen menghadirkan solusi logistik end-to-end nan efisien, aman, dan terintegrasi guna mendukung daya saing komoditas nasional," ujar Yuskal dalam keterangannya, Kamis (16/4).
Dalam implementasinya, jasa pra purna pikulan CPO mencakup keseluruhan proses operasional, mulai dari penyediaan armada truk, pengawalan, pemuatan, proses pembongkaran, hingga jasa purna pikulan dengan metode jaringan pipanisasi pump di titik muat dan bongkar. Dengan model jasa terintegrasi ini, pengguna memperoleh kemudahan dalam pengelolaan jasa pra purna komoditas secara lebih efisien, aman, dan andal.
“Sinergi antara KAI Logistik dan KAI dalam jasa ini menjadi corak nyata integrasi jasa logistik berbasis rel, di mana pengguna tidak hanya memperoleh jasa pengangkutan, namun juga solusi rantai pasok nan menyeluruh dari titik asal hingga tujuan akhir. Pendekatan ini memperkuat posisi KAI Logistik sebagai penyedia integrated logistics solution nan bisa menjawab kebutuhan industri komoditas skala besar,” jelasnya.
Dalam memastikan kelancaran distribusi, proses pra purna mencakup di sejumlah titik stasiun di Sumatera Utara, ialah Stasiun Rantau Prapat, Stasiun Padang Halaban, Stasiun Hengelo, Stasiun Kisaran, Stasiun Sei Bejangkar, Stasiun Perlanaan, Stasiun Tebing Tinggi, Stasiun Dolok Merangir, Stasiun Perbaungan, dan Sei Mangke dengan titik bongkar terpusat di Stasiun Belawan.
Implementasi pekerjaan pra purna pikulan CPO ini diproyeksikan bisa berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan dan membuka kesempatan ekspansi upaya pada rantai nilai CPO nan lebih panjang.
Kesiapan operasional KAI Logistik juga didukung oleh pengalaman perusahaan dalam menangani jasa pra purna komoditas minyak seperti BBM dan BBK, nan mempunyai karakter operasional serupa dengan CPO. Selain itu, perusahaan telah mempunyai Standar Operasional Prosedur (SOP) pencucian tangki melalui steaming dan cleaning nan telah teruji untuk menjamin kualitas dan keamanan pengangkutan.
Dari sisi legalitas, KAI Logistik telah mempunyai izin IUJP, sehingga penerapan aktivitas pra purna pikulan CPO dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan standar operasional nan berlaku.
”Melalui sinergi dan integrasi jasa ini, KAI Logistik optimistis dapat terus mendukung kelancaran pengedaran komoditas unggulan nasional sekaligus memperkuat peran transportasi berbasis rel dalam mendorong efisiensi logistik nasional,” tambahnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·