Jakarta -
Anggota Komisi VI DPR RI, Doni Akbar, menekankan pentingnya peningkatan kualitas data, modernisasi sarana, serta penguatan sinergi industri perkeretaapian nasional. Hal itu merupakan bagian dari upaya mendorong kemajuan sektor transportasi kereta api di Indonesia.
Pernyataan Doni disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) berbareng PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Industri Kereta Api (Persero), pada Rabu (3/6) kemarin.
"Perkembangan panjang dan kapabilitas jaringan rel merupakan salah satu parameter utama untuk mengukur kemajuan sektor perkeretaapian nasional. Oleh lantaran itu, info nan jeli dan transparan menjadi landasan krusial dalam proses pengawasan dan perumusan kebijakan," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (4/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penutupan Perlintasan Liar
Doni menambahkan, dirinya mendukung beragam program strategis nan dijalankan KAI dan INKA. Dukungan tersebut meliputi percepatan penanganan perlintasan sebidang melalui penutupan perlintasan liar, pengamanan jalur perlintasan prioritas, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.
Doni lampau mendorong support pembiayaan untuk penyediaan petugas penjaga perlintasan, gardu, palang pintu, sirine, CCTV, serta perangkat keselamatan lainnya.
"Modernisasi sistem keselamatan operasional melalui penerapan teknologi Automatic Train Protection (ATP), penguatan prasarana rel dengan standar axle load nan lebih tinggi, serta pemanfaatan teknologi perlindungan perjalanan kereta api nan lebih modern kudu disegerakan agar tidak terjadi lagi kecelakaan kereta api seperti di Bekasi nan lalu," tuturnya.
Peremajaan Armada
Selain itu, Doni mempertanyakan strategi perusahaan dalam mengelola sarana perkeretaapian nan telah beraksi lebih dari 25 tahun. Ia meminta penjelasan mengenai efektivitas program peremajaan armada, masa pakai setelah rehabilitasi, serta pertimbangan antara modernisasi, perbaikan, maupun penggantian sarana secara menyeluruh guna menjamin keselamatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Dalam aspek mengambil program dan penemuan terakit dengan program Battery Electric Multiple Unit (BEMU), diperlukan paramater nan jelas tentang efisiensi penerapan beragam inovasi. Setiap mengambil teknologi baru kudu bisa memberikan faedah nyata berupa peningkatan efisiensi operasional, penghematan biaya, serta peningkatan kualitas jasa transportasi publik," tandasnya.
Doni juga meminta agar laporan finansial dan keahlian perusahaan disampaikan secara lebih komprehensif sehingga DPR dapat memperoleh gambaran nan utuh mengenai kondisi keuangan, efektivitas investasi, dan prospek pengembangan perusahaan ke depan.
"Saya berambisi sektor perkeretaapian nasional dapat berkembang lebih modern, aman, efisien, dan bisa menjadi tulang punggung transportasi sekaligus penggerak pertumbuhan industri nasional," katanya.
(ily/ara)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·