Tangguh Yudha
, Jurnalis-Minggu, 03 Mei 2026 |16:57 WIB

Kereta Api (Foto: Okezone)
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan perkembangan terbaru soal penanganan korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 07.00 WIB, sebanyak 76 dari total 106 pengguna terdampak telah pulih dan kembali ke rumah, sementara 24 lainnya tetap menjalani perawatan di rumah sakit.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa konsentrasi utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan pendampingan optimal selama proses pemulihan.
“Kami memahami bahwa proses pemulihan memerlukan waktu. Karena itu, kami terus mendampingi pengguna dan keluarga, memastikan kebutuhan selama perawatan dapat terpenuhi, serta menghadirkan jasa trauma healing agar proses pemulihan dapat melangkah lebih tenang,” ujar Anne dalam keterangannya, Minggu (3/4/2026).
KAI tetap membuka Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur hingga 11 Mei 2026. Posko ini berfaedah sebagai pusat jasa pendampingan bagi korban dan keluarga, mulai dari jasa kesehatan lanjutan, koordinasi administrasi, hingga support trauma healing.
Selain itu, proses pengembalian peralatan milik pengguna juga terus dilakukan. Hingga 2 Mei 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat 115 peralatan telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 57 peralatan telah dikembalikan kepada pemilik, sementara 58 lainnya tetap menunggu proses verifikasi di posko.
Di letak kejadian, support dari masyarakat terus hadir. Warga dan organisasi datang menyampaikan angan serta meninggalkan kembang sebagai corak kepedulian. Kehadiran ini menjadi penguat bagi family nan tengah melalui masa sulit.
Seiring berjalannya waktu, jasa di Stasiun Bekasi Timur telah kembali melayani masyarakat. Sejak operasional kembali melangkah pada 28 April 2026, tercatat volume pengguna KRL mencapai 15.774 pengguna untuk Gate In dan 20.575 pengguna untuk Gate Out.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·