KADIN DIY Dorong Penguatan SDM dan Vokasi Lewat Forum NGOPI

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Forum Ngobrol Inspirasi Vokasi (NGOPI) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY di Yogyakarta, Rabu (10/6). Foto: Pandangan Jogja/Fei Inguliman

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM), vokasi, dan ketenagakerjaan melalui forum Ngobrol Inspirasi Vokasi (NGOPI) nan digelar di Yogyakarta, Rabu (10/6).

Forum tersebut mempertemukan puluhan pemangku kepentingan untuk membangun sinergi pengembangan SDM nan lebih siap menghadapi kebutuhan pasar kerja nasional maupun global.

Kegiatan nan diinisiasi Bidang Revitalisasi Vokasi, SDM, dan Ketenagakerjaan KADIN DIY itu diselenggarakan berbareng IBR Media Komunikasi Kreatif dan Balai Diklat Industri (BDI).

Sebanyak 65 perwakilan lembaga datang dalam forum tersebut, mulai dari SMK, lembaga training kerja, lembaga sertifikasi profesi, balai latihan kerja, perguruan tinggi vokasi, asosiasi, hingga lembaga pemerintah di DIY.

Wakil Ketua Umum Bidang Revitalisasi Vokasi, SDM, dan Ketenagakerjaan KADIN DIY, Rommy Heryanto, mengatakan NGOPI dihadirkan sebagai ruang kerjasama untuk membangun dan mengembangkan ekosistem vokasi di Yogyakarta.

Menurutnya, penguatan SDM menjadi kebutuhan krusial di tengah perubahan pasar kerja nan berjalan semakin cepat.

"NGOPI hari ini memfokuskan sharing untuk upskilling SDM ke pasar dunia khususnya di sektor Hospitality in Tourism City," kata Rommy.

Ia menjelaskan forum tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi beragam program sinergi antara bumi pendidikan, pelatihan, industri, dan pemerintah.

KADIN DIY menargetkan NGOPI dapat digelar secara rutin sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas SDM di DIY.

SDM Jadi Kunci Daya Saing Global

Forum Ngobrol Inspirasi Vokasi (NGOPI) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY di Yogyakarta, Rabu (10/6). Foto: Pandangan Jogja/Fei Inguliman

Founder dan CEO IBR, Imat Badruddin, nan datang sebagai pembicara utama menilai Yogyakarta mempunyai kesempatan besar untuk bersaing di tingkat global, khususnya melalui sektor pariwisata berbasis budaya.

Diaspora Indonesia nan telah berkecimpung selama lebih dari 20 tahun di bagian pemasaran, komunikasi kreatif, dan pengembangan talenta itu menilai kelebihan Yogyakarta terletak pada karakter budayanya nan kuat.

Menurut Imat, Yogyakarta tidak perlu meniru wilayah lain untuk berkembang sebagai lokasi wisata unggulan. Sebaliknya, wilayah ini perlu memperkuat identitasnya sendiri melalui pengembangan SDM dan penguatan sektor budaya.

"Orang pergi ke Bali untuk ke pantai. Orang pergi ke Jogja untuk heritage, untuk culture," ujarnya.

Ia menambahkan peningkatan kualitas SDM kudu menjadi prioritas agar masyarakat Yogyakarta bisa memanfaatkan kesempatan nan tersedia di pasar global, terutama pada sektor hospitality dan pariwisata.

Pendidikan Khas Jogja

Forum Ngobrol Inspirasi Vokasi (NGOPI) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY di Yogyakarta, Rabu (10/6). Foto: Pandangan Jogja/Fei Inguliman

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator I KADIN DIY, Robby Kusumaharta, menilai pengembangan SDM tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan kompetensi teknis.

Menurutnya, karakter dan nilai budaya lokal juga perlu menjadi bagian dari proses pembentukan tenaga kerja nan unggul.

Karena itu, KADIN DIY berbareng pemerintah wilayah mulai mendorong pengembangan konsep Pendidikan Khas Jogja nan mengangkat nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter SDM.

Menurut Robby, kelebihan tenaga kerja pada masa depan tidak hanya ditentukan oleh keahlian teknis, tetapi juga etos kerja, integritas, dan keahlian beradaptasi terhadap perubahan.

"Di samping meningkatkan kompetensi, juga karakter. Salah satu nan sedang dibangun oleh KADIN berbareng Pemda adalah pendidikan unik Jogja," kata Robby.

Ia menilai nilai-nilai budaya nan hidup di masyarakat Yogyakarta dapat menjadi modal krusial dalam membangun sumber daya manusia nan berkekuatan saing.

Penguatan karakter tersebut diharapkan dapat melangkah seiring dengan peningkatan keahlian sehingga melahirkan tenaga kerja nan tidak hanya kompeten, tetapi juga mempunyai identitas dan nilai nan kuat.

Pariwisata Berbasis Kampung

Forum Ngobrol Inspirasi Vokasi (NGOPI) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY di Yogyakarta, Rabu (10/6). Foto: Pandangan Jogja/Fei Inguliman

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, nan turut datang dalam forum tersebut menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah, bumi usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah.

Ia mengatakan penguatan SDM menjadi bagian krusial dari upaya meningkatkan daya saing Yogyakarta, termasuk di sektor pariwisata.

Menurut Wawan, Pemerintah Kota Yogyakarta saat ini menjadikan pengembangan pariwisata berbasis kampung sebagai salah satu prioritas untuk memperluas faedah ekonomi sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat.

"Pembangunan pariwisata berbasis kampung bakal menjadi satu prioritas," kata Wawan.

Ia menambahkan pemerintah bakal memperkuat kerja sama dengan akademisi dan beragam pihak untuk memetakan potensi serta tantangan nan ada di masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas SDM sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Yogyakarta.

Melalui forum NGOPI, KADIN DIY berbareng beragam pemangku kepentingan berambisi dapat memperkuat sinergi pengembangan SDM dan vokasi secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, KADIN DIY dan IBR berkomitmen menggelar beragam pelatihan, workshop, dan program pengembangan kapabilitas lainnya guna mempersiapkan SDM DIY nan bisa bersaing di tingkat global.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan