Sidoarjo, CNN Indonesia --
Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berinisial M meninggal bumi di kantornya sendiri alias balai desa setempat, Minggu (3/5) kemarin. Jenazah ditemukan dalam kondisi leher terlilit selang air.
Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma mengatakan pihaknya langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi kejadian.
Berdasarkan keterangan kepolisian, jasad korban pertama kali ditemukan oleh saksi nan merupakan petugas kebersihan balai desa sekitar pukul 16.22 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban diketahui meninggalkan rumah sejak pagi hari. Hal ini diperkuat dengan keterangan anak korban nan menyebut bahwa sang ayah tetap sempat menjalin komunikasi melalui pesan singkat sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.
"Korban ditemukan saksi pertama dalam keadaan nan ditemukan di TKP sekira pukul 16.22 WIB. Ini juga kami sinkronkan kepada anak korban nan kami periksa kami keterangan bahwa korban meninggalkan rumah sekira pukul 10.00 WIB kurang, kemudian pukul 13.00 WUB tetap me-WA anak korban," kata Siko, Senin (4/5).
Berdasarkan autopsi terhadap jenazah korban pada Minggu malam, hasil pemeriksaan luar dan dalam menunjukkan adanya jejak jeratan pada leher serta perubahan kondisi organ dalam nan konsisten dengan penyebab kematian akibat jeratan, tanpa adanya tanda-tanda kekerasan bentuk lainnya.
"Pada pemeriksaan luar didapatkan satu ditemukan lebam kemerahan pada punggung leher nan lenyap dengan penekanan. Kedua, ditemukan kaku mayat. Ketiga, tidak ditemukan tanda pembusukan. Keempat, diperkirakan waktu kematian 3 hingga 8 jam waktu pemeriksaan luar," ujar Siko.
"Ditemukan alur jeratan leher nan melintang dari sisi kanan leher sehingga sisi kiri leher sepanjang 40 cm nan mengarah ke atas. Pada pemeriksaan dalam ditemukan satu pelebaran pembuluh darah pada otak, paru-paru, jantung, dan usus. Ditemukan resapan darah pada otot leher dalam sisi kanan. Ditemukan patah tulang," tambahnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga korban melakukan bunuh diri alias mengakhiri hidupnya lantaran tekanan beban ekonomi.
Pasalnya, kata Siko, pihaknya menemukan adanya tanggungan utang-piutang dalam jumlah ratusan juta mengenai transaksi jual-beli tanah serta pinjaman kepada penduduk setempat nan jatuh tempo dalam waktu dekat.
"Dugaan korban mengakhiri hidupnya ialah pertama adanya persoalan utang-piutang nan mempunyai tunggakan mengenai jual-beli tanah nan mempunyai utang sekira kurang lebih Rp270 juta nan semestinya dilunasi pada tanggal 26 Mei bulan ini. Kemudian korban juga mempunyai utang kepada salah satu ketua RW di Buncitan kurang lebih sekitar Rp100 juta," ungkapnya.
Selain aspek utang, interogator juga menemukan jejak digital pada ponsel milik korban. Dalam riwayat pencarian di internet, ditemukan M sempat mencari info mengenai beragam metode untuk bunuh diri serta persoalan norma kepercayaan mengenai utang bagi orang nan sudah meninggal dunia.
"Korban hasil dari pemeriksaan handphone korban nan kami temukan bahwa korban juga melakukan searching alias mempunyai history handphone pencarian," kata Siko.
Foto: Dok. CNNIndonesia
Disclaimer Kesehatan Mental - rev1
(fra/frd/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·