Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, resmi mengambil langkah tegas menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran rimba dan lahan (karhutla).
Seluruh satuan pendidikan di wilayah tersebut diinstruksikan untuk menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan itu diumumkan melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Nomor 400.3.5/1752/P.SMP/Disdik tertanggal 21 Agustus 2026.
Informasi ini juga dikonfirmasi langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, melalui unggahan di akun IG pribadinya, @hj.lisahalaby.
"Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan Di Lingkup Satuan Pendidikan Kota Banjarbaru 2026," tulis Wali Kota Banjarbaru di media sosialnya.
Berdasarkan surat info itu, para siswa bakal dialihkan untuk belajar dari rumah selama sepekan ke depan, terhitung mulai Senin, 24 Agustus 2026 sampai dengan Jumat, 28 Agustus 2026.
[Gambas:Video CNN]
Kebijakan penghentian sementara tatap muka ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla nan digelar sehari sebelumnya, mengingat paparan asap dinilai sudah pada tahap mengganggu kesehatan dan jalannya aktivitas pendidikan.
Meski para siswa diarahkan untuk belajar secara daring, patokan ini rupanya tidak bertindak penuh bagi tenaga pendidik.
Para pembimbing dan tenaga kependidikan diwajibkan untuk tetap datang di sekolah dan melaksanakan tugas seperti biasa.
Sebagai corak kompromi di tengah kepungan asap, pemerintah wilayah memberikan kelonggaran berupa toleransi keterlambatan ketidakhadiran elektronik nan disesuaikan dengan patokan masa bencana.
Terkait waktu pelaksanaannya, aktivitas belajar mengajar dari rumah ini dipastikan tidak mengalami perubahan agenda dan tetap dimulai tepat pada pukul 07.30 WITA.
Pengaturan teknis metode pembelajarannya diserahkan sepenuhnya kepada produktivitas dan kebijakan masing-masing sekolah.
Kepala sekolah beserta pengawas pembina juga diminta turun tangan memantau ketat agar proses transfer pengetahuan dari jarak jauh ini tetap melangkah lancar.
Lewat info nan ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Abdul Basid tersebut, pemerintah juga mewanti-wanti seluruh penduduk sekolah untuk menahan diri dari aktivitas di luar ruangan dan disiplin memakai masker.
Kemungkinan berlanjutnya masa PJJ ini bakal terus dievaluasi dengan meninjau langsung perkembangan kualitas udara serta status darurat karhutla di Banjarbaru jelang tenggat waktu 28 Agustus mendatang.
[Gambas:Instagram]
(chri)
13 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·