Kabut Asap Karhutla di Malaysia.(Antara)
Ferdian Ananda Majni(21/10/2026, 14.43.45)
Kabut Asap Karhutla Ganggu Wisata Malaysia, Turis Asing Kecewa
Kabut asap akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Indonesia mulai mengganggu aktivitas pariwisata Malaysia. Sejumlah visitor asing mengaku kecewa lantaran kualitas udara nan memburuk menghalang aktivitas liburan mereka. Sementara itu, pelaku industri pariwisata Malaysia melaporkan penurunan pemesanan hingga pembatalan perjalanan.
Salah satu visitor asal Australia, Cathy Hamilton, mengaku menyesali kunjungannya ke Malaysia di tengah kondisi kabut asap nan terus menyelimuti sejumlah wilayah. Ia kesulitan mengabadikan sejumlah lokasi wisata terkenal, termasuk Menara Kembar Petronas, lantaran pandangan terhalang asap.
"Saya mencoba mengambil foto Menara Kembar, Merdeka 118, dan pemandangan lainnya, tetapi hasilnya tidak bagus lantaran semuanya tertutup kabut asap," kata Hamilton.
Wisatawan asal Sydney tersebut juga mengeluhkan kesulitan bernapas akibat asap kebakaran rimba di Indonesia nan menyelimuti area nan dikunjunginya. Pada awal pekan ini, Hamilton mengatakan kemungkinan bakal membatalkan perjalanannya jika kedua putrinya tidak mengikuti Kejuaraan Cheerleading Asia ICU nan berjalan di Malaysia selama akhir pekan.
Hamilton bukan satu-satunya visitor nan mulai mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka akibat kabut asap. Dampak serupa juga dirasakan pelaku upaya pariwisata Malaysia, nan menghadapi penurunan pemesanan pada periode nan biasanya menjadi salah satu masa ramai kunjungan wisatawan.
Kabut asap tidak hanya mengurangi kenyamanan wisatawan, tetapi juga mengganggu penerbangan dan membatasi jarak pandang ke sejumlah destinasi unggulan Malaysia. Kondisi ini turut menimbulkan kekhawatiran terhadap sektor pariwisata nan menjadi salah satu penopang perekonomian di area Asia Tenggara.
Berdasarkan pemeringkatan langsung perusahaan pemantau kualitas udara IQAir pada 20 Oktober, Kuala Lumpur, Singapura, dan Jakarta masuk dalam daftar 10 kota besar dengan tingkat polusi tertinggi di dunia.
Memburuknya kualitas udara juga mendorong penutupan sekolah di sejumlah wilayah Malaysia.
Presiden Asosiasi Pariwisata Masuk Malaysia, Mint Leong, mengatakan bahwa operator tur nan melayani visitor internasional mulai melaporkan pembatalan perjalanan untuk November.
Selain itu, pemesanan paket wisata rombongan juga mengalami penurunan. Menurut Mint, sejumlah pemasok perjalanan di luar negeri terus meminta info terbaru mengenai kondisi kualitas udara di Malaysia. Mereka mau memastikan situasi terkini sebelum memutuskan apakah perjalanan nan telah direncanakan visitor dapat tetap dilaksanakan.
Kondisi tersebut berpotensi menghalang sasaran pemerintah Malaysia untuk mendatangkan 47 juta visitor pada 2026 melalui kampanye Visit Malaysia 2026 nan diperpanjang. Data Tourism Malaysia menunjukkan negara tersebut mencatat 28,8 juta kunjungan visitor internasional selama delapan bulan pertama 2026.
Namun, akibat kabut asap terhadap jumlah kunjungan berikutnya tetap menjadi perhatian industri pariwisata. Kementerian Pariwisata Malaysia belum memberikan tanggapan atas pertanyaan mengenai akibat kabut asap terhadap sektor tersebut. Mint memperingatkan bahwa kerugian ekonomi nan ditimbulkan oleh situasi ini dapat mencapai nomor nan besar.
"Kerugian pendapatan bisa mencapai jutaan ringgit," kata Mint Leong. (The Straits Times/Fer/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·