Kabut Asap Jambi Berdampak ke Anak-anak, Siswa Batuk hingga Mata Perih

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Sejumlah siswa-siswi di Jambi tetap berguru di tengah kabut asap pada Senin (24/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kabut asap akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya mulai berakibat terhadap aktivitas serta kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.

Keluhan kesehatan mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Warga dan siswa mengeluhkan batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas hingga mata terasa perih.

Dampak kabut asap juga dirasakan siswa SD Negeri 68, Desa Sekumbung, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi.

Ima, salah seorang pembimbing di SD Negeri 68, mengatakan aktivitas belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Namun, siswa dianjurkan menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah.

“Masih sekolah, tapi dianjurkan memakai masker,” ujar Ima, Senin (24/8).

Menurut Ima, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi kesehatan saat mengikuti pembelajaran akibat kabut asap. Keluhan nan dirasakan antara lain batuk dan mata terasa perih.

“Kalau anak di sekolah ada nan mengeluh batuk saat belajar lantaran kabut asap ini, ada. Batuk dan mata perih,” katanya.

Sejumlah siswa-siswi di Jambi tetap berguru di tengah kabut asap pada Senin (24/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ia juga menyebut, terdapat empat siswa kelas IV nan izin tidak masuk sekolah lantaran sakit dan mengalami batuk.

“Kalau hari ini, di kelas saya ada empat orang nan izin lantaran sakit dan batuk,” ujarnya.

Meski demikian, Ima mengatakan kondisi kesehatannya hingga sekarang tetap baik.

“Alhamdulillah saya sampai sekarang sehat walafiat,” katanya.

Tiga Anak Warga Simpang IV Sakit

Sementara itu, akibat kabut asap juga dirasakan family Iskandar, penduduk area Simpang IV, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Iskandar mengatakan, ketiga anaknya nan masing-masing berumur 9 bulan, 10 tahun dan 13 tahun mengalami keluhan kesehatan.

Anak bungsunya nan berumur 9 bulan telah sakit selama sekitar empat hari. Sedangkan dua anak lainnya mulai mengalami keluhan dalam dua hari terakhir.

Keluhan nan dialami antara lain sesak napas disertai batuk dan pilek. Sementara anak nan lebih besar mengalami sakit tenggorokan dan batuk.

Sejumlah siswa-siswi di Jambi tetap berguru di tengah kabut asap pada Senin (24/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Iskandar mengatakan, anaknya telah diperiksakan ke akomodasi pelayanan kesehatan (faskes). Dari pemeriksaan tersebut, tenaga kesehatan menjelaskan bahwa kondisi nan dialami dapat dipengaruhi kualitas udara nan buruk.

Melihat kondisi tersebut, dia kemudian membatasi aktivitas anak-anaknya di luar rumah untuk sementara waktu hingga kondisi kesehatan mereka membaik.

Namun, kondisi tersebut menjadi dilema bagi family Iskandar lantaran dia tetap kudu bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sebenarnya mau libur, hanya jika aktivitas di luar rumah tidak dilakukan, kami tidak bisa kerja. Kalau tidak kerja, tidak ada uang,” ujarnya.

Ia berambisi kabut asap segera membaik sehingga masyarakat, khususnya anak-anak, tidak terus terpapar udara nan buruk.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan