Kabut asap nan tetap menyelimuti Kota Jambi tak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga berakibat pada kesehatan dan penghasilan warga.
Pada Sabtu (17/10) meski kualitas udara buruk, penduduk setempat seperti pengemudi ojol sampai pedagang keliling nampak tetap bekerja.
Rudi, seorang pengemudi ojol, mengaku mengalami gangguan pernapasan saat beraktivitas di tengah kabut asap. Bau asap nan menyengat membuatnya tidak nyaman selama bekerja mengantarkan penumpang.
“Terasa kabut asap sangat tebal, aktivitas terganggu lantaran aroma asap, tenggorokan jadi sakit,” kata Rudi.
Meski merasakan dampaknya, Rudi tetap menjalankan pekerjaannya seperti biasa. Ia tetap kudu mengemudikan mobil dan mengantarkan penumpang di tengah kondisi udara nan tidak sehat.
Keluhan serupa dirasakan Mang Cek, penjual kopi keliling di Kota Jambi. Baginya, kabut asap bukan hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga memengaruhi penghasilan sehari-hari.
Menurut Mang Cek, kondisi tersebut membikin masyarakat enggan beraktivitas di luar rumah. Akibatnya, jumlah pembeli kopi nan dia jajakan ikut berkurang.
“Terganggu lantaran orang jadi malas keluar, jadi penjualan menurun. Kabut asap ini mata saya menjadi perih,” ujarnya.
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·