Pasar kendaraan listrik di Tanah Air terus dibanjiri model-model baru nan menggoda. Namun, bagi Anda nan kepincut dengan SUV listrik berukuran besar Xpeng GX, tampaknya kudu lebih bersabar lantaran unitnya belum resmi dijual untuk konsumen dalam negeri.
Padahal, SUV bongsor ini sempat mencuri perhatian ribuan pasang mata saat diboyong dan melantai di pameran otomotif nasional GIIAS 2026 lalu.
Usut punya usut, ada argumen utama kenapa pabrikan asal Tiongkok tersebut tetap menahan diri untuk meniagakan SUV flagship-nya di jalanan Indonesia. Faktor kesiapan konfigurasi kemudi menjadi ganjalan utamanya.
Vice President Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto, menjelaskan bahwa saat ini akomodasi manufaktur Xpeng secara dunia tetap memprioritaskan produksi untuk jenis setir kiri.
"Responsnya bagus sekali ya, lantaran jangan lupa GX ini SUV tiga baris, jadi 6-seater," ungkap Hari di sela aktivitas Xpeng di Tangerang, Banten, Senin (31/8).
"Sayangnya memang GX belum ada nan setir kanan, jadi tetap memenuhi market domestik Cina," sambung Hari menjelaskan situasi terkini pabrik pusat.
Lebih lanjut, Hari menerangkan bahwa pihak prinsipal Xpeng di Tiongkok saat ini tengah melakukan kalkulasi serta studi mendalam untuk mengkaji kesempatan produksi jenis setir kanan.
Merek katanya mau memastikan perkiraan lama indent alias masa tunggu pengiriman unit dapat dihitung secara tepat, dan logis agar tidak mengecewakan calon konsumen di Indonesia.
"Nah, ini nan sebabnya mungkin jika pengguna berkeinginan untuk GX, ya kita tetap eksplorasi seberapa lama pengguna kudu menunggu," terang Hari.
Lantaran kepastian lini produksi kemudi kanan tetap dalam tahap studi, Xpeng Indonesia mengambil langkah tegas untuk tidak gegabah dalam menerima inden awal maupun menerbitkan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).
"So far kami tidak membuka SPK ya, tapi animonya cukup baik lantaran banyak konsumen nan menanyakan," tegas Hari.
Di pasar asalnya, Tiongkok, SUV flagship berkapasitas 6-penumpang ini dipasarkan dengan nilai mulai dari 399.800 yuan. Angka tersebut jika dikonversikan ke dalam Rupiah setara dengan Rp 1 miliaran, menempatkannya sebagai lini mobil listrik papan atas.
Secara spesifikasi, Xpeng GX tampil sangat handal dan intimidatif dengan proporsi bodi layaknya SUV mewah unik Eropa. Mobil ini mengusung panjang bodi mencapai 5.265 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.800 mm, serta jarak sumbu roda (wheelbase) nan banget lapang hingga 3.115 mm.
Dimensi jangkung ini memungkinkan tata letak kabin tiga baris berformat 2+2+2 datang menyajikan ruang kaki nan lega, komplit dengan sapuan kemewahan captain seat di baris kedua.
Dari sektor performa, Xpeng GX dibekali pilihan motor listrik berkekuatan gahar nan disokong oleh arsitektur platform canggih SEPA 3.0 (Smart Electric Platform Architecture). Varian tertinggi SUV ini bisa menyemburkan tenaga hingga ratusan daya kuda nan dipadu dengan paket baterai berkapasitas besar.
Tak hanya mengandalkan performa mesin, Xpeng GX juga dipersenjatai dengan penemuan kepintaran buatan mutakhir (Physical AI) unik Xpeng untuk mendukung fitur keselamatan aktif, navigasi pintar, hingga sistem autonomous driving.
Sembari menunggu kepastian lini produksi kemudi kanan untuk GX, penetrasi jualan Xpeng di pasar roda empat Indonesia saat ini tetap bakal bertumpu pada dua amunisi utamanya nan sudah resmi diniagakan, ialah MPV listrik mewah Xpeng X9 dan SUV crossover Xpeng G6.
20 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·