Kabar Terbaru Penyelidikan Kematian Sutrimo

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Polisi belum menyimpulkan penyebab maupun unsur mengenai kematian Sutrimo. Hasil pemeriksaan master dan pendalaman laporan bakal menjadi bagian dari penyelidikan.

“Nanti kami bakal menyampaikan secara berjenjang mengenai tentang laporan tersebut,” tegas Budi.

Sebelumnya, polisi menelusuri perjalanan jenazah Sutrimo sejak dibawa dari Klinik Mordent menuju Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring hingga akhirnya dikirim ke Banyumas, Jawa Tengah.

Sopir hingga pemilik perusahaan ambulans diperiksa guna mendalami rangkaian perjalanan tersebut. Lima saksi telah dimintai keterangan. Empat di antaranya berangkaian dengan ambulans dan perjalanan Sutrimo.

Sejauh ini, polisi sudah melakukan penelusuran dari Klinik Mordent. Dari info nan ada, Sutrimo dibawa menggunakan ambulans dari klinik tersebut menuju RS Muhammadiyah Taman Puring pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 09.10 WIB. Ambulans dikemudikan AAS. Ia juga telah dimintai keterangan.

Perjalanan berikutnya mengarah ke Banyumas. Polisi memeriksa AZ, pengemudi ambulans nan membawa jenazah menuju Banyumas.

Saksi MOP juga dimintai keterangan. Ia merupakan pengemudi ambulans tujuan Banyumas nan berjumpa dengan seseorang berjulukan Mahmud di RS Muhammadiyah Taman Puring. MOP diketahui membantu memindahkan jenazah dari ruang pemandian ke mobil ambulans.

Ia mengatakan, interogator kemudian memeriksa MZ, pemilik PT Zen Ambulance. Berdasarkan keterangan nan diperoleh, MZ dihubungi seseorang berinisial S nan merupakan pemilik PT Bintang Medika Ambulance untuk mengantar jenazah ke Banyumas.

“Sudah ada beberapa saksi nan kita mintai keterangan, termasuk orang nan mengantar, menemukan pertama, orang nan memesan ambulans, termasuk orang nan berada di rumah sakit,” ujar Budi.

Satu saksi lainnya adalah MA. Ia merupakan orang nan mengenal Sutrimo dan diketahui terakhir berjumpa korban di depan Klinik Mordent pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Polisi sekarang mencocokkan keterangan para saksi dengan bukti lain. Rekaman CCTV menjadi salah satu nan ditelusuri. Video ambulans dan keranda jenazah nan telah beredar juga belum langsung dijadikan pegangan penyidik.

“Termasuk video-video nan beredar, ambulans, keranda jenazah nan dibawa, ada CCTV. Ini kan kudu ditemukan persesuaian oleh teman-teman penyidik,” kata Budi.

Menurut Budi, rekaman nan beredar kudu dicocokkan dengan CCTV nan diperoleh langsung oleh penyidik.

“Terkait tentang CCTV nan beredar, kami belum bisa mengonfirmasi. Karena ini tetap ada proses persesuaian antara CCTV nan beredar dengan kebenaran sebenarnya dari hasil CCTV nan sudah diminta oleh teman-teman penyidik,” jelasnya.

Tim campuran Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan berbareng Puslabfor Bareskrim Polri juga telah melakukan olah TKP. Sejumlah peralatan bukti diambil untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan Labfor hingga sekarang belum keluar.

“Hasil Labfor ini juga belum keluar, kita tetap menunggu hasil tersebut,” ujar Budi.

Dokter nan memeriksa kondisi Sutrimo dan menyatakan korban meninggal juga bakal dimintai klarifikasi.

“Penyidik sudah mengirim undangan penjelasan kepada master nan memeriksa kondisi dan nan menyatakan bahwa kerabat S, almarhum S, sudah meninggal dunia,” katanya.

Polisi belum menyimpulkan ada tidaknya kejanggalan dalam rangkaian perjalanan jenazah tersebut.

“Intinya kita melakukan penyelidikan mengenai tentang wajar alias tidak wajarnya meninggal seseorang berjulukan S. Ini tetap kami dalam

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita