Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan adanya komitmen dari Jepang untuk meningkatkan pasokan LPG ke Indonesia.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut diperoleh dalam pertemuan antara pemerintah Indonesia dan perwakilan Jepang.
"Jam 12.30 kami mendampingi Bapak Menteri berjumpa Duta Besar Jepang, bahwa Jepang berkomitmen untuk menambah suplai LPG kita nan diproduksi oleh Inpex di Australia," kata Djoko dalam RDP berbareng Komisi XII DPR RI, dikutip Kamis (9/4/2026).
Semula, Djoko mengatakan bahwa pemerintah tengah mempercepat pengembangan sejumlah LPG plant di beragam wilayah untuk menambah pasokan dalam negeri.
Setidaknya bakal ada beberapa peroyek LPG plant nan bakal segera diresmikan. Misalnya seperti pabrik LPG plant di Cilamaya serta satu akomodasi mini LNG plant nan juga menghasilkan LPG pada April 2026.
"Itu bisa memproduksi LPG 163 metrik ton per hari, kondesatnya 1.891 barrel oil per day (bopd). Kemudian juga ada LPG plan dan mini LNG plant, itu bisa meningkatkan alias menambah produksi ini juga di bulan April bakal diresmikan, itu sebesar 30 metrik ton per hari, kondensatnya 348 bopd," kata Djoko.
Dengan demikian, total tambahan produksi LPG nan bakal diresmikan pada April 2026 diperkirakan mencapai sekitar 200 metrik ton per hari.
Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan sejumlah proyek lanjutan untuk meningkatkan kapabilitas produksi LPG nasional. Di antaranya pembangunan LPG plant di Jambi Merang nan ditargetkan bisa memproduksi 320 metrik ton per hari dengan kondensat 3.700 bopd.
Selain itu, dalam waktu dekat pemerintah juga bakal memulai pembangunan LPG plant di Senoro dengan kapabilitas produksi sebesar 54 metrik ton per hari.
"Kemudian untuk meningkatkan kapabilitas LPG plant juga di Jawa Timur, kita bakal memproduksi alias membangun tambahan pabrik memperluas, itu sebesar 50 metrik ton per day," katanya.
RI Lewati Masa Sulit
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan, bahwa Indonesia telah melewati masa susah mengenai stok LPG. Sekarang persediaan LPG RI sudah berada di atas level 10 hari.
Menteri Bahlil meyakini, bahwa impor LPG dari beberapa negara sejenak lagi bakal masuk ke Indonesia. "Masa susah kita untuk LPG sudah kita lewati sejak tanggal 4 (4 April 2026). Alhamdulillah sekarang persediaan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari, sejenak lagi kapal kita masuk," terang Bahlil di Istana Negara, Rabu malam (8/4/2026).
Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam mengatakan terdapat pengalihan sumber impor LPG dari area Timur Tengah ke negara-negara pengganti guna menghindari hambatan pengedaran di Selat Hormuz. Amerika Serikat sekarang menjadi salah satu sumber utama dalam daftar pemasok untuk menutupi tingginya ketergantungan impor LPG nasional.
"Kami mengalihkan sumber impor nan tadinya berasal dari negara Timur Tengah nan terkendala dengan masalah di selat hormuz menjadi ke negara-negara lain seperti Amerika, Afrika, Asia, dan negara-negara di ASEAN," ujarnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·