Dikukuhkan Jadi Profesor, Ketua KPPU Kenalkan Konsep Konstanta Asa

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta -

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M. Fanshurullah Asa dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan (Honorary Professor) Bidang Ilmu Teknik Sipil dengan Spesialisasi Manajemen Konstruksi oleh Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA). Dalam orasi ilmiahnya, Ifan, sapaan akrabnya, memperkenalkan sebuah konsep nan disebut 'Konstanta Asa'.

Konsep tersebut merupakan temuan nan menunjukkan bahwa perbaikan sistem manajemen secara konsisten dapat meningkatkan produktivitas ekonomi tanpa kudu menambah modal maupun tenaga kerja baru.

Temuan tersebut berangkat dari penelitian mengenai penerapan sistem manajemen mutu nan menunjukkan bahwa tata kelola nan baik bisa menghasilkan efisiensi biaya, meningkatkan produktivitas, dan memberikan multiplier effect terhadap kegunaan produksi nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perbaikan sistem manajemen nan dilakukan secara konsisten bisa meningkatkan output ekonomi. Artinya, produktivitas tidak hanya ditentukan oleh tambahan modal dan tenaga kerja, tetapi juga oleh kualitas tata kelola dan manajemen," ujar Ifan dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, pembangunan ekonomi modern tidak lagi cukup bertumpu pada investasi dan sumber daya manusia semata. Kemajuan teknologi, kualitas tata kelola, serta suasana persaingan upaya nan sehat merupakan aspek nan sama pentingnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nan berkelanjutan.

Dalam orasi ilmiahnya, Ifan menjelaskan pembangunan nasional perlu ditopang oleh tiga pilar utama nan saling menguatkan, ialah efisiensi produksi melalui ekonomi dan teknologi, kualitas tata kelola melalui sistem manajemen nan baik, serta struktur pasar nan kompetitif melalui kebijakan dan penegakan norma persaingan usaha.

Ketiga pilar tersebut, menurutnya, kudu melangkah secara harmonis. Tanpa efisiensi, pembangunan menjadi mahal. Tanpa tata kelola nan baik, pembangunan menjadi tidak terarah. Dan tanpa persaingan upaya nan sehat, pembangunan kehilangan keadilan sekaligus daya sorong produktivitasnya.

Konstanta Asa memperlihatkan bahwa peningkatan produktivitas tidak selalu kudu dicapai melalui tambahan investasi nan besar, tetapi juga melalui penguatan tata kelola, inovasi, dan persaingan upaya nan sehat.

Ifan menilai sektor konstruksi, energi, dan prasarana merupakan contoh nyata gimana tata kelola dan persaingan upaya nan sehat dapat menentukan kualitas pembangunan. Praktik persekongkolan tender, halangan masuk pasar, maupun struktur pasar nan terlalu terkonsentrasi berpotensi meningkatkan biaya pembangunan dan mengurangi faedah nan diterima masyarakat.

Karena itu, KPPU terus mendorong penguatan penegakan norma persaingan upaya dan pengembangan Program Kepatuhan Persaingan Usaha sebagai bagian dari upaya menciptakan pasar nan lebih kompetitif, efisien, dan berkeadilan.

Selain itu, Ifan menawarkan delapan pilar strategis untuk meningkatkan tata kelola dan daya saing sektor bangunan serta energi. Solusi tersebut mencakup percepatan pembaruan izin pengadaan peralatan dan jasa pemerintah melalui LKPP, pembentukan Dewan Insinyur Indonesia nan kuat dan berdaulat, penguatan program kepatuhan KPPU, penerapan standar ISO 21500 sebagai persyaratan wajib dalam proses lelang, integrasi manajemen proyek dengan aspek Quality, Health, Safety, and Environment.

Ada juga reformasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) melalui penguatan kelembagaan dan revisi regulasi, optimasi pengawasan investasi transmisi dan pengedaran gas bumi melalui penerapan Peraturan BPH Migas Nomor 15 Tahun 2019, serta percepatan pembangunan jaringan gas rumah tangga hingga empat juta sambungan nan terintegrasi dengan Program Tiga Juta Rumah.

Keseluruhan pilar tersebut diarahkan untuk menciptakan pembangunan nan lebih efisien, transparan, dan kompetitif, sekaligus memperkuat produktivitas nasional melalui tata kelola nan baik, standar manajemen modern, dan persaingan upaya nan sehat.

Sebagai informasi, sidang pengukuhan tersebut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto, Kepala BPKN Muhammad Mufti Mubarok, jejeran Senat Akademik UNISSULA, para pembimbing besar, sivitas akademika, unsur pemerintah, pelaku usaha, serta ketua dan jejeran pejabat KPPU.

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News