Kabar Baik di Balik Deretan Motor MBG

Sedang Trending 20 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kejaksaan Agung telah menyegel sekitar 17.600 unit motor listrik pengadaan Badan Gizi Nasional (BGN) nan menjadi bagian dari investigasi dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski disegel, kendaraan tersebut tetap boleh didistribusikan dan digunakan.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan seluruh motor listrik nan telah dirakit di dua penyimpanan penyimpanan sudah dipasangi segel.

“Terakhir kami sudah melakukan penyegelan seluruh sepeda motor listrik nan sudah dirakit. Ada di dua tempat. Total jumlahnya sekitar 17.600,” kata Syarief kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).

Menurut dia, interogator sengaja tidak menyita kendaraan tersebut. Penyegelan hanya dilakukan untuk mengawasi pergerakan motor listrik nan telah dibeli menggunakan duit negara.

“Sepeda motor itu tidak kami lakukan penyitaan sebagai peralatan bukti. Kami hanya melakukan penyegelan untuk mengawasi pergerakan sepeda motor itu lantaran sudah dibayar lunas oleh negara,” ujarnya.

Syarief mengatakan, penggunaan motor listrik selanjutnya bakal diserahkan kepada BGN. Kejaksaan Agung juga bakal berkoordinasi dengan BGN mengenai sistem pengedaran maupun pengeluarannya dari gudang.

“Nanti penggunaannya kami serahkan kepada BGN. Kami bakal berkoordinasi dengan BGN, penggunaannya untuk apa, pengeluarannya dari penyimpanan kelak bakal kami fasilitasi,” katanya.

Saat ditanya apakah motor listrik tetap boleh didistribusikan meski perkara tetap dalam proses penyidikan, Syarief menjawab. "Boleh," ujar dia.

Menurut dia, penyitaan justru dikhawatirkan membikin ribuan motor listrik itu kehilangan nilai ekonomi dan manfaatnya andaikan terlalu lama tersimpan.

“Boleh, lantaran tidak kami sita. nan kami khawatirkan sepeda motor itu bakal menyusut nilai keekonomisannya dan kemanfaatannya. Karena nan kami sidik di sini adalah masalah mark-up harganya,” ujarnya.

Syarief juga mengungkapkan tetap ada sebagian mini motor listrik nan diduga belum dirakit. Namun jumlah pastinya tetap dalam proses pengecekan penyidik.

“Sepertinya tetap ada sedikit nan belum dirakit. Kami sedang mengecek lagi,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita