Spesies Baru "Hiu Berjalan" Ditemukan di Perairan Dangkal Papua Nugini

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Spesies Baru Gambar close-up jenis hiu baru Hemiscyllium dudgeonae di lingkungan asalnya.(Nesha Ichida)

TIM penyelam di perairan Papua Nugini bagian tenggara sukses menemukan jenis baru "hiu berjalan". Spesies unik ini merupakan bagian dari golongan langka hiu karpet berukuran mini nan menggunakan siripnya untuk "berjalan" di sepanjang terumbu karang dangkal.

Spesies baru tersebut resmi dinamai Hemiscyllium dudgeonae (hiu melangkah Dudgeon). Nama ini dipilih sebagai corak penghormatan bagi Christine Dudgeon, seorang peneliti senior dari University of the Sunshine Coast, Australia, atas dedikasinya meneliti genus Hemiscyllium selama dua dekade

Penemuan nan dipublikasikan di Journal of the Ocean Science Foundation ini menggenapkan jumlah jenis hiu melangkah nan diketahui menjadi 10 spesies. Menariknya, masing-masing jenis mempunyai pola corak tubuh nan unik.

"Penemuan ini sangat menarik lantaran banyak ikan baru, khususnya jenis hiu dan pari baru, condong ditemukan di laut dalam. Jadi, menemukan sesuatu di air nan sangat dangkal [kurang dari 1 meter] adalah perihal nan tidak biasa dan menunjukkan bahwa berpotensi ada banyak keanekaragaman hayati nan betul-betul belum kita ketahui," ujar Dudgeon.

Pada awalnya, tim peneliti sedang mencari jenis lain berjulukan Hemiscyllium michaeli (hiu melangkah Michael). Namun, mereka justru berhadapan dengan hiu bermotif asing ini di kegelapan malam terumbu karang Watota, Teluk Milne.

"Hiu melangkah Michael mempunyai corak totol macan tutul, sedangkan hiu melangkah Dudgeon mempunyai garis-garis putih mini dan bintik-bintik cokelat di seluruh tubuhnya," kata Dudgeon. "Namun dengan hanya satu spesimen, kami tidak percaya apakah ini sebuah kelainan alias perbedaan nan nyata."

Guna memastikan keabsahannya, para peneliti menyisir area sekitar dan sukses menemukan 11 hiu sejenis dalam waktu dua hari. Konsistensi pola pada hiu jantan, betina, dewasa, maupun anakan tersebut meyakinkan tim bahwa mereka telah menemukan jenis baru. Kepastian ini diperkuat setelah Dudgeon dan mahasiswi doktoralnya, Jess Blakeway, melakukan uji info genetik di laboratorium Australia untuk membandingkan DNA-nya dengan sembilan jenis hiu melangkah lainnya.

Kemampuan melangkah jenis ini berevolusi sebagai corak penyesuaian terhadap lingkungan ekstrem di terumbu karang tropis. Saat air surut, sebagian karang terisolasi dari laut dalam dan kadar oksigennya menurun drastis. Berkat sirip pektoral dan pelvisnya, hiu ini tetap bisa aktif berburu mangsa di atas hamparan karang nan mengering meski dalam kondisi minim oksigen selama berjam-jam.

Sejauh ini, H. dudgeonae baru terdokumentasi di tiga letak saja. Para intelektual mengkhawatirkan jika wilayah sebarannya terbukti sangat terbatas, jenis ini bakal sangat rentan terhadap ancaman kerusakan habitat, perubahan iklim, hingga aktivitas penangkapan ikan berlebih. (Live Science/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia