K/L Minta Anggaran Tangani Karhutla, Purbaya: Asal Jangan Mark Up

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah membuka ruang bagi kementerian alias lembaga nan menangani masalah kebakaran rimba dan lahan namalain karhutla untuk menambah anggaran.

Ia mengatakan, untuk di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) misalnya, jika pagu penanganan musibah nan telah disediakan sebesar Rp 5 triliun belum mencukupi, tetap bisa ditambahkan.

"Kita tetap sediakan, kan mereka punya Rp5 triliun. Kalau kurang ya kita tambah nanti," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Untuk BNPB, Purbaya akui hingga sekarang belum meminta tambahan anggaran penanganan musibah karhutla nan tetap terus terjadi saat ini. Namun, di Kementerian Kehutanan sudah tercatat ada permintaan anggaran.

"Sementara ini, Kementerian Kehutanan juga sudah minta anggaran, kita sudah kasih sebagian," tuturnya.

"BNPB belum ngasih biaya total. Ya kita enggak tahu berapanya. Kan ini tetap terjadi kan, dia bakal assess ulang. Tapi hitungan saya sih enggak bakal sebesar di Aceh, lantaran Aceh kan masif sekali, gitu," tegas Purbaya.

Meski pemerintah membuka ruang untuk memperkuat anggaran penanganan karhutla, Purbaya meminta agar biaya-biaya tambahan nan diajukan bukan merupakan hasil mark-up.

"Asal jangan di-mark up aja. Kalau untuk musibah kan approach-nya beda dengan untuk shopping biasa. Bencana kan menyangkut rencana hidup orang banyak betulan, menakut-nakuti kehidupan mereka. Jadi kita bakal beda approach-nya dengan program-program nan lain gitu," paparnya.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News