Jakarta -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang optimistis sasaran pertumbuhan angsuran jasa finansial RI di tengah tekanan ketidakpastian global. Diketahui, OJK menetapkan sasaran pertumbuhan angsuran sebesar 12% sepanjang tahun 2026.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pihaknya telah menetapkan peta jalan untuk mencapai sasaran tersebut. Salah satunya melalui support pembiayaan untuk UMKM melalui angsuran scoring dan registri nasional.
"Kita mendorong angsuran scoring dan registri nasional. Ini untuk gimana kita mendorong pertumbuhan angsuran di Indonesia," ungkap Friderica dalam aktivitas Outlook Indonesia Peran Penggerak Ekonomi Nasional di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejalan dengan perihal tersebut, OJK juga mendorong pembelian UMKM. Perempuan nan berkawan disapa Kiki ini mengatakan, OJK dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga mendorong program peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
"Ini kita sudah jalan, kemarin kita melakukan survei dengan BPS ya, di mana ini cukup menarik, tingkat literasi masyarakat kita terus bertumbuh dan inklusi kita juga terus bertumbuh dengan sangat signifikan," ungkapnya.
Di sisi lain, sejumlah lembaga finansial lainnya juga dianggap tetap mempunyai ruang pertumbuhan nan besar. Lembaga finansial tersebut mencakup industri asuransi hingga pasar modal.
Selanjutnya, OJK juga berencana masuk dalam program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga pembangunan 3 juta rumah. Hal ini bakal dikuatkan dalam Rancangan Peraturan OJK (RPOJK).
"Itu juga kita siapkan di dalam ketentuan di rancangan POJK nan tadi tersebut. Nah untuk itu juga kita terus mendukung ya pertumbuhan nan tadi kita dorong, kita percaya bisa mencapai itu, dengan beragam program untuk mendukung program nasional nan ada saat ini," jelasnya.
Friderica menambahkan, OJK juga memberi relaksasi untuk UMKM nan terdampak di wilayah bencana. Melalui sejumlah inisiatif ini, dia meyakini pertumbuhan angsuran jasa finansial RI bisa mencapai target.
"Intinya jika kita tarik semuanya, kita cukup percaya di 2026 ini kita bisa mencapai sasaran tersebut," pungkasnya.
Outlook Indonesia dipersembahkan oleh Komisi XI DPR RI berbareng detikcom didukung oleh Danantara Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, Otoritas Jasa Keuangan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
(acd/acd)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·