Jakarta -
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk alias BTN mendorong kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Upaya tersebut dilakukan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi bagi MBR.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan program KPR subsidi berbeda dengan angsuran perumahan komersial. KPR komersial umumnya mensyaratkan pemisah minimum pendapatan, sementara untuk angsuran subsidi menetapkan pemisah maksimal penghasilan.
Nixon mengatakan, langkah ini dilakukan agar KPR subsidi bisa tepat sasaran untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam perihal ini, masyarakat pada golongan desil tiga hingga desil delapan dapat mengikuti program program KPR subsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Desil tiga sampai desil delapan itu sudah bisa diintervensi pakai KPR subsidi jika dari sisi KPR," ungkap Nixon dalam aktivitas Jogja Financial Festival, Sabtu (23/5/2026).
Sementara untuk golongan dengan pendapatan paling rendah, khususnya desil satu dan desil dua dengan penghasilan di bawah Rp 2,6 juta per bulan, dinilai tetap susah mengakses skema KPR. Nixon mengatakan, pemerintah menyiapkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Melalui program ini, pemerintah memberikan support sekitar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per rumah tangga untuk pembangunan alias perbaikan rumah. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah mempunyai rumah.
"Desil satu, desil dua alias penghasilan di bawah Rp 2,6 juta per bulan Ini pemerintah mengeluarkan apa nan namanya BSPS, Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya. Jadi pemerintah ngasih Rp 20 juta sampai Rp 25 juta per rumah tangga," jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji opsi tenor KPR subsidi hingga 40 tahun. Langkah ini diharapkan dapat membikin angsuran rumah menjadi lebih ringan untuk menjangkau banyak masyarakat berpenghasilan rendah.
"Hari ini pemerintah juga lagi mengkaji jika KPR-nya sampai 40 tahun agar lebih murah lagi angsurannya, mudah-mudah desil dua bisa dapat," pungkasnya.
(ahi/hns)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·