Bandung -
Gejolak nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mencapai puncaknya hingga menembus level Rp 17.300. Beberapa langkah dilakukan bank sentral untuk meredam gejolak nilai tukar nan sudah melampaui level psikologis Rp 17.000.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) Bank Indonesia (BI), Juli Budi Winantya mengatakan, persediaan devisa digunakan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah. Intervensi BI dalam meredam gejolak nilai tukar meningkat sehingga membikin persediaan devisa turun.
Sebagai informasi, posisi persediaan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 sebesar US$ 148,2 miliar, turun dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2026 US$ 151,9 miliar. Hal ini dipengaruhi oleh publikasi dunia bond pemerintah dan penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang persediaan devisa ini ada kaitannya dengan intervensi nan kita lakukan. Press conference kemarin, pak Gubernur (BI) menyampaikan intensitas intervensi memang meningkat sehingga mempengaruhi posisi persediaan devisa, sehingga kita melakukan intervensi spot nan berakibat langsung ke persediaan devisa. Kita juga lakukan intervensi NDF dan DNDF, itu juga mengurangi tekanan ke persediaan devisa," kata Juli dalam FGD Bank Indonesia di Bandung, Jumat (24/6/2026).
Juli melanjutkan, intervensi juga dilakukan melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk mendorong aliran modal masuk (inflow).
"Selain itu juga upaya mengenai dengan SRBI gimana inflow agar mengawal valas dilakukan, tapi di luar itu ada beragam upaya menjaga stabilitas nilai tukar seperti melakukan spot dan swap untuk mata duit selain dolar. Jadi, ada spot dan swap JPY dan CNY nan kemarin ada tambahan valas sehingga itu diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap USD," ujar Juli.
BI mengaku siap memperkuat kebijakan moneter lebih lanjut andaikan diperlukan. Langkah tersebut dilakukan dengan dua fokus, ialah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan inflasi tetap pada kisaran nan telah ditetapkan.
"Stance andaikan kondisinya dinamika berubah, di siaran pers kita sebutkan bahwa BI siap menempuh penguatan kebijakan moneter lebih lanjut andaikan diperlukan. Pertama, menjaga stabilitasnya dan kemudian kedua, menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran," kata Juli.
(ara/hns)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·