Jreng! Trump Mulai Buka Komunikasi ke Korut, Bakal Bertemu Kim Jong Un

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara dan Amerika Serikat (AS) dinilai menunjukkan sinyal untuk kembali membuka dialog, termasuk kemungkinan pertemuan antara pemimpin kedua negara. Penilaian itu disampaikan personil parlemen Korea Selatan setelah mendapat pengarahan dari Badan Intelijen Nasional (NIS) Seoul pada Selasa (1/9/2026).

Anggota parlemen Youn Kun-young mengatakan belum ada konfirmasi mengenai kontak spesifik antara Pyongyang dan Washington. Namun, NIS menilai pertemuan tingkat tinggi dapat digelar dalam waktu dekat.

"Terkait KTT Korea Utara-AS, terdapat penilaian bahwa pembicaraan dapat dilakukan kapan saja," kata Youn kepada wartawan, seperti dikutip Reuters.

Sinyal tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump bulan lampau mengatakan dirinya berencana berjumpa kembali dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada akhir tahun ini. Trump sebelumnya juga memerintahkan pengurangan besar-besaran dalam latihan militer tahunan AS dan Korea Selatan.

Trump dan Kim telah berjumpa tiga kali pada 2018 dan 2019 dalam upaya mendorong negosiasi mengenai program nuklir Korea Utara. Namun, pembicaraan kedua negara kemudian terhenti tanpa menghasilkan kesepakatan denuklirisasi nan berkelanjutan.

Selain perkembangan hubungan dengan AS, NIS menilai Kim Jong Un terus mempersiapkan putrinya, Ju Ae, sebagai calon penerus kepemimpinan Korea Utara.

"Alasan kenapa dia sering muncul di media pemerintah adalah lantaran dia dipandang sedang dalam proses penunjukan sebagai penerus," ujar Youn.

Dalam rumor perang Ukraina, NIS menilai kemungkinan Korea Utara mengerahkan pasukan tambahan ke Ukraina saat ini "sangat kecil". Sebelumnya, pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky mengeklaim Pyongyang berencana mengirim hingga 50.000 tentara tambahan ke Rusia untuk membantu sekutunya dalam perang.

Klaim tersebut telah dibantah Kim Yo Jong, kerabat wanita Kim Jong Un. Ia menolak pernyataan bahwa Korea Utara berencana mengirim tambahan pasukan dalam jumlah besar ke Rusia untuk bertempur.

Sementara itu, personil parlemen Korea Selatan lainnya, Yoo Yeong-ha, mengatakan NIS juga telah memperoleh cetak biru rudal Korea Utara serta arsip internal Partai Buruh Korea nan berkuasa. Namun, dia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi arsip tersebut.

(tfa/tps) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News