Jreng! Trump Klaim Kemenangan Total AS Usai Umumkan Gencatan Senjata

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengumumkan "kemenangan diplomatik besar" setelah sukses "memaksa Iran menyetujui gencatan senjata dua sisi". Trump memastikan AS bakal menangguhkan pengeboman terhadap prasarana daya Iran selama dua minggu, namun dengan syarat absolut Teheran kudu menyerah dan segera membuka Selat Hormuz secara total tanpa syarat.

Mengutip laporan AFP, Trump menegaskan bahwa manuver ini adalah hasil dari tekanan kuat nan dilakukan pemerintahannya hingga Iran terpaksa mengirimkan proposal 10 poin melalui perantara Pakistan. Baginya, langkah mundur Iran ini menjadi bukti bahwa Washington sekarang berada di posisi pemenang dalam menentukan arah negosiasi di masa depan.

"Proposal 10 poin Iran nan dikirimkan melalui Pakistan menawarkan dasar nan bisa dikerjakan untuk bernegosiasi. Namun, saya bakal memerintahkan serangan udara baru nan menghancurkan jika tidak ada kesepakatan akhir nan dicapai pada tenggat waktu baru tersebut," tegas Trump pada Rabu, (08/04/2026).

Meski Trump menyatakan telah mengunci kemenangan, pihak Teheran mencoba membangun narasi tandingan. Otoritas Iran mengeklaim bahwa kerelaan Washington untuk menghentikan serangan udara justru merupakan tanda kegagalan agresi militer Negeri Paman Sam di wilayah mereka.

"Langkah ini merupakan kekalahan berhistoris dan telak bagi Amerika Serikat. Washington telah dipaksa untuk menerima rencana 10 poin Teheran sebagai dasar untuk pembicaraan," klaim perwakilan pemerintah Iran dalam pernyataan resminya.

Menanggapi situasi nan mulai mencair namun tetap tegang tersebut, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memastikan bahwa delegasi kedua negara bakal segera berjumpa secara tatap muka. Pertemuan ini bakal menjadi arena pembuktian bagi klaim Trump dalam mengakhiri krisis daya global.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan bahwa negosiasi dengan AS bakal dimulai pada Jumat, (10/04/2026) di Islamabad, Pakistan, dengan mengalokasikan periode dua minggu nan dapat diperpanjang berasas kesepakatan bersama.

(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News