Perusahaan jasa finansial dan bank multinasional terbesar di AS, J.P. Morgan, menilai sasaran pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027 tak mudah dicapai, apalagi di tengah tren suku kembang nan kembali meningkat.
CEO and Senior Country Officer J.P. Morgan, Gioshia Ralie, mengatakan kondisi ekonomi pada 2027 diperkirakan semakin menarik, terutama dari sisi investasi.
“Investment untuk 2027 itu sangat krusial untuk ngedrive the economy dan kita juga tahu bahwa suku kembang itu sekarang lagi trendnya naik lagi ke atas dan gimana suku kembang nan naik dengan growth itu bisa dijadikan satu, agar bisa memberikan performance nan lebih baik di Indonesia tentunya tidak terlalu mudah,” kata Gioshia dalam aktivitas media briefing di Jakarta, Kamis (3/9).
Menurutnya, suku kembang tinggi tak kudu selalu diartikan sebagai pertumbuhan ekonomi nan lebih rendah. Ia menilai pemerintah dan pelaku upaya perlu beradaptasi dengan menjadikan stabilitas sebagai prioritas.
“Tapi stability dan certainty itu nan bakal bisa memberikan volume, activities nan ujung-ujungnya itu bisa memberikan growth jika itu objektifnya,” jelas Gioshia.
Ia menyebut sasaran pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 6 persen pada 2027 dapat memberikan sentimen positif andaikan sukses dicapai, mengingat Indonesia belum pernah mencatatkan pertumbuhan sebesar itu sejak krisis moneter 2005.
“Karena 2027 jika gak salah growth di pemerintah targetnya 6%. Dan jika kita bisa mencapai itu sebagai negara Indonesia, sebelumnya kita gak pernah ya, semenjak tahun 2005, semenjak krismon,” ujarnya.
Gioshia juga menilai pertumbuhan ekonomi nan lebih tinggi dapat mendorong pemerintah dan sektor swasta untuk meningkatkan aktivitas ekonomi, sehingga Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara di ASEAN lainnya.
“Intinya adalah mencari sentimen nan positif. Mencari sentimen nan positif, jangan mencari nan negatif. Kalau kita punya mindset itu negatif terus, kita bakal susah berkembang,” tutur Gioshia
23 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·