Niko Prayoga
, Jurnalis-Minggu, 07 Juni 2026 |18:43 WIB

Jonatan Christie Akui Tertekan Lawan Victor Lai (Foto: Niko Prayoga)
JAKARTA – Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mengakui mengalami tekanan besar saat menghadapi Victor Lai pada final Indonesia Open 2026. Faktor tersebut diakuinya turut memengaruhi performanya hingga kudu puas mengakhiri turnamen sebagai runner-up.
Bermain di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026), Jonatan kandas mengamankan gelar juara setelah takluk dari pebulu tangkis asal Kanada tersebut dalam dua gim langsung. Jojo, sapaan berkawan Jonatan, kalah dengan skor 19-21 dan 8-21.
Meski sempat memberikan perlawanan sengit pada gim pertama, Jonatan mengakui tekanan nan dirasakannya membikin permainan terbaiknya tidak bisa keluar sepanjang pertandingan.

“Memang pressure nan cukup tinggi juga saya alami, saya rasakan. Membuat sedikit permainannya agak tidak keluar, justru malah terbalik lebih tertekan, lebih kurang tenang juga. Jadi, saya minta maaf belum bisa meraih gladiator,” ujar Jonatan kepada awak media usai pertandingan, Minggu (7/6/2026).
1. Ketenangan Victor Lai Jadi Pembeda
Jonatan menilai salah satu aspek nan membikin Victor Lai tampil lebih unggul adalah kemampuannya bermain dengan tenang dan rapi. Menurutnya, sang musuh bisa menjaga konsentrasi dan tidak terbebani sepanjang laga.
Pebulu tangkis ranking atas Indonesia itu mengaku kurang bisa mengantisipasi style bermain Victor nan tampil lepas tanpa tekanan. Situasi tersebut justru membikin dirinya semakin susah mengendalikan permainan.
“Dia bermain cukup rapi, dia bermain cukup tenang, itu nan tadi saya sedikit kurang antisipasi juga. Dia bermain lebih relax saya rasa, lantaran nothing to lose juga, bermain dengan apa adanya saja. Jadi, itu nan tadi kembali lagi, ke sayanya tadi nan pressurenya kurang bisa saya kontrol,” lanjutnya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·