JKF 2026 Digelar 4-5 Juli, Pramono Dorong Jakarta Jadi Kota Global Berbasis Ekonomi Kreatif

Sedang Trending 3 jam yang lalu
JKF 2026 Digelar 4-5 Juli, Pramono Dorong Jakarta Jadi Kota Global Berbasis Ekonomi Kreatif Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah)(MI/Mohamad Farhan Zhuhri)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mendukung penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 sebagai upaya memperkuat transformasi Jakarta menjadi kota global nan berkekuatan saing, berbudaya, dan berkelanjutan. Festival nan digelar pada 4-5 Juli 2026 di Istora Senayan itu juga menjadi bagian dari rangkaian seremoni HUT ke-499 Kota Jakarta.

“Jakarta mau menjadi pusat produksi, industri, dan ekosistem movie nan bisa memberikan akibat ekonomi nyata bagi sektor ekonomi kreatif,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (19/6).

Ia menambahkan, salah satu agenda utama dalam JKF 2026 adalah Jakarta Youth Film Festival (JYFF) nan sejalan dengan visi Jakarta Kota Sinema menuju seremoni lima abad Jakarta pada 2027.

Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi DKI Jakarta menyebut JKF 2026 dirancang sebagai wadah kerjasama pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan media untuk memperkuat sektor ekonomi imajinatif di Ibu Kota.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan aktivitas puncak JKF 2026 bakal menghadirkan beragam aktivitas nan berfokus pada tiga sektor utama, ialah olahraga, musik, dan film. “Acara puncak JKF 2026 bakal menghadirkan ruang kerjasama bagi pengembangan ekonomi imajinatif melalui tiga lini utama, ialah sport, music, dan film,” kata Iwan.

Berbagai aktivitas nan bakal digelar antara lain JKF Padel Competition, kejuaraan band, Swara Bankers, hingga Jakarta Youth Film Festival 2026. Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati pameran UMKM, digitalisasi pembayaran, literasi ekonomi syariah, serta pagelaran urban farming dan olahan pangan.

Menurut Iwan, ekonomi imajinatif mempunyai potensi besar menjadi mesin pertumbuhan baru Jakarta lantaran bisa mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan sektor jasa.

Salah satu program baru nan dihadirkan tahun ini adalah pemutaran movie pendek karya sineas muda Jakarta melalui JYFF 2026. Ajang tersebut sekaligus menjadi momentum pengumuman pemenang kejuaraan movie nan telah berjalan sebelumnya. “JYFF menjadi langkah awal untuk memperkuat pengembangan industri movie di DKI Jakarta,” ujarnya.

Ia menilai industri perfilman mempunyai pengaruh berganda nan luas terhadap perekonomian lantaran bisa menggerakkan sektor pariwisata, perdagangan, transportasi, info dan komunikasi, hingga akomodasi dan makanan minuman.

Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi menyatakan pihaknya siap mendukung pengembangan ekonomi imajinatif Jakarta, terutama dari sisi pembiayaan. “Ekonomi imajinatif sangat potensial menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru nan sesuai dengan karakter Jakarta sebagai kota berbasis sektor jasa,” bebernya.

Sebagai informasi, ekonomi DKI Jakarta pada triwulan I 2026 tumbuh 5,59% secara tahunan, meningkat dibandingkan periode nan sama tahun lampau sebesar 4,95%. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga serta sektor perdagangan, info dan komunikasi, serta akomodasi dan makan minum. JKF 2026 diharapkan bisa menjaga momentum pertumbuhan tersebut melalui penguatan ekonomi imajinatif dan UMKM. (Far/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia