Jakarta -
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) menyebut kebanyakan kebakaran di Jakarta disebabkan oleh masalah kelistrikan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat dicegah dengan meningkatkan disiplin dalam penggunaan listrik.
Hal itu disampaikan JK saat menghadiri peresmian Gedung PMI DKI Jakarta, Kamis (17/9/2026). JK mengatakan sekitar 90% kebakaran di Jakarta disebabkan oleh listrik.
"Kebakaran, kita juga sudah obrolan dengan Pak Gubernur. 90 persen kebakaran di Jakarta itu lantaran listrik," kata JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK menjelaskan kebakaran akibat listrik antara lain dapat terjadi lantaran keteledoran, pemasangan instalasi nan salah, hingga penggunaan daya listrik nan berlebihan.
"Kenapa itu terjadi? Keteledoran. Keteledoran orang. Langganannya 300, 400 dipakai 500, 600. Berkelebihan. Akhirnya panas, akhirnya terbakar. Salah pasang," ujarnya.
Menurut JK, upaya pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi dan kedisiplinan masyarakat dalam menggunakan listrik. Dia meyakini nomor kebakaran dapat ditekan jika masyarakat lebih disiplin.
"Bagaimana 90 persen dicegah? Ialah dengan pembelajaran, disiplin," tuturnya.
JK juga menyoroti letak kebakaran nan menurutnya banyak terjadi di area permukiman masyarakat kurang mampu. Dia mengatakan kebakaran dapat memperparah kondisi ekonomi penduduk nan terdampak.
"Dan jangan lupa, 90 persen kebakaran itu ada di tempat-tempat nan miskin. Ada di perumahan-perumahan nan tidak mampu," ungkapnya.
"Karena kebakaran selalu terjadi di perkampungan. Ada juga gedung-gedung besar ada, tapi 90 persen di perkampungan," sambungnya.
Karena itu, JK menyebut PMI berbareng Pemprov DKI bakal mendorong upaya pencegahan kebakaran. Relawan PMI nantinya bakal diberikan edukasi mengenai kelistrikan.
"Kita sudah sepakat dengan Pak Gubernur untuk mengerahkan pecalang, eh pemadam kebakaran, eh Satpol PP, mahasiswa elektronik di seluruh Jakarta dan PLN untuk menggerakkan disiplin listrik," jelasnya.
JK memperkirakan kedisiplinan dalam penggunaan listrik dapat berakibat terhadap penurunan nomor kebakaran.
"Saya percaya 50 persen kebakaran jika disiplin listrik, 50 persen kebakaran bisa turun," ujarnya.
(rdp/rdp)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·