Jakarta, CNBC Indonesia - Euforia Piala Dunia 2026 sudah semakin terasa. Hal ini tercermin dari banyaknya masyarakat nan berburu jersey sepak bola di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Di tengah gegap gempita pesta sepak bola dunia, ada kejadian unik di Pasar Tanah Abang. Fenomena tersebut berupa maraknya penjualan jersey bola impor asal Thailand hingga China.
Anton mengaku, jersey nan dijualnya berasal dari Thailand. Jersey tersebut mempunyai kualitas Grade Ori dan dibanderol seharga Rp 140-150 ribu per pcs. Akan tetapi, untuk jumlah grosir ada potongan nilai sebesar Rp 5-10 ribu.
Dia bilang, masyarakat telah berburu jersey sejak dua bulan nan lalu. Adapun jersey nan paling banyak dicari adalah tim nasional (timnas) Argentina, Brazil, Perancis, Argentina, hingga Belanda.
"(Penjualan jersey) Ini udah hype dari 2 bulan nan lalu. Omzetnya naik lebih dari 50%," ujar Anton kepada CNBC Indonesia, Kamis (11/6/2026).
Pedagang jersey di Pasar Tanah Abang bangkit dari kubur jelang gelaran Piala Dunia 2026, Kamis (11/6/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia) Foto: Pedagang jersey di Pasar Tanah Abang bangkit dari kubur jelang gelaran Piala Dunia 2026, Kamis (11/6/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)
Beberapa waktu sebelumnya, toko nan dijaga Anton membuka nilai Rp 120 ribu per jersey untuk jumlah banyak. Seiring adanya peningkatan permintaan, nilai jersey tersebut ikut naik sekitar Rp 20-30 ribu.
Masih di Pasar Tanah Abang, Ismail mengatakan, jersey untuk Piala Dunia 2026 di tokonya sudah lenyap terjual semua. Khususnya, untuk ukuran orang dewasa. Baju sepak bola nan dijualnya merupakan buatan Thailand, China, dan ada nan produksi Indonesia. Saat ini, jersey nan paling banyak diburu di toko Ismail adalah jersey dari timnas Brasil.
"Kebetulan stok untuk jersey dewasa udah lenyap semua di toko kita," ungkap Ismail.
Beda halnya dengan Dini nan menjual jersey sepak bola buatan lokal. Meski begitu, Dini menyatakan kualitas produknya tidak kalah dari buatan impor.
Satu baju jersey nan dijual Dini dibanderol seharga Rp 70 ribu satu pcs, sedangkan jika satu lusin dibanderol seharga Rp 65 ribu.
"Penjualannya tetap sama saja kayak Piala Dunia sebetulnya. Jadi nan banyak beli itu tuh orang Papua, jika minggu-minggu sekarang hype untuk wilayah Jabodetabek," tegasnya.
Dari situ, Dini memandang ada kenaikan omzet sebesar 20%. Ia pun bakal terus berupaya memenuhi permintaan para pengguna jersey di tempatnya.
(wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·