Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok laki-laki bersenjata di Haiti dilaporkan menculik Direktur Kabinet Kementerian Pertahanan, James Boyard, dalam sebuah tindakan penculikan tingkat tinggi nan jarang terjadi. Korban nan juga menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kepolisian Haiti ini menjadi pejabat dengan pangkat tertinggi nan diculik dalam beberapa tahun terakhir di negara Karibia nan dilanda kekacauan geng tersebut.
Media lokal melaporkan bahwa Boyard disergap Kamis pekan lampau di wilayah Bourdon, salah satu area di Port-au-Prince nan selama ini dianggap relatif aman. Sekitar 70% wilayah ibu kota saat ini dikendalikan oleh koalisi geng kuat berjulukan Viv Ansanm, nan telah ditetapkan oleh Amerika Serikat (AS) sebagai organisasi teroris asing pada Mei tahun lalu.
"Seseorang dengan pangkat setinggi ini jelas mempunyai pengawalan keamanan nan cukup ketat," ujar analis dari International Crisis Group, Diego Da Rin, mengenai kejanggalan dalam kejadian penculikan tersebut, dikutip CNN International, Senin (15/6/2026).
Da Rin menilai penculikan terhadap Boyard kemungkinan besar telah direncanakan dengan sangat matang dan terperinci. Dirinya menduga ada indikasi keterlibatan alias kerjasama dari seseorang nan berada di dalam lingkaran dekat pengawalan keamanan korban.
Kasus penculikan sekarang semakin sering terjadi di area Port-au-Prince nan dulunya dianggap kondusif dari jangkauan kriminalitas. Anggota geng pidana apalagi sering kali nekat menyamar mengenakan seragam polisi resmi demi menghentikan para pengendara dalam operasi razia tiruan di jalan raya.
"Geng-geng pidana saat ini mulai menargetkan penculikan terhadap penduduk negara dobel dan menyasar para pejabat publik," tambah Da Rin mengenai pergeseran pola kejahatan bermotif ekonomi tersebut.
Aksi penargetan pejabat ini diduga sengaja dilakukan demi menuntut pembayaran duit tebusan dalam jumlah nan jauh lebih besar. Selain itu, strategi ini juga digunakan untuk menghalangi pihak berkuasa menyerang wilayah-wilayah kekuasaan geng nan menjadi tempat penyanderaan para korban.
Pihak kepolisian sendiri baru-baru ini dilaporkan meluncurkan serangan ke wilayah Village de Dieu nan dikuasai oleh geng 5 Segond ketua Johnson Andre. Pemimpin geng nan dikenal dengan nama panggilan "Izo" tersebut saat ini dianggap sebagai salah satu bos pidana paling kuat dan rawan di Haiti.
Penculikan profil tinggi di Haiti sebelumnya kerap menyasar pekerjaan wartawan lokal hingga para misionaris internasional. Berdasarkan info laporan PBB, tercatat ada sedikitnya 267 orang nan dilaporkan diculik sepanjang periode Desember 2025 hingga Februari 2026 kemarin.
(tps/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·