Jenazah Mia Citra (25), korban meninggal bumi ke-16 kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, telah dibawa pihak keluarga. Jenazah Mia dibawa ke kampung halamannya di Ngawi, Jawa Timur.
"Ini ke Tambun dulu, ke rumah duka, terus kelak bakal dibawa pulang kampung ke Ngawi, kampung halamannya," kata Ika, tante Mia Citra, saat hendak membawa almarhum di RSUD Bekasi, Rabu (29/4/2026).
Ika mengatakan berita berpulangnya Mia Citra baru diketahui pada Rabu (29/4) sekitar pukul 08.30 WIB. Awalnya pihak family bakal menjenguk Mia nan tengah dirawat intensif.
"Dikabari saya waktu di rumah sih dibilang drop gitu. Cuma saya sampai sini sudah seperti ini," ungkap Ika.
Ika juga membenarkan Mia adalah korban nan memerlukan waktu 10 jam untuk dievakuasi. Namun dia belum mengetahui apa karena Mia meninggal.
"Iya, iya (dievakuasi 10 jam). Kurang tahu ya, Mas (sebab meninggalnya)," katanya.
Dirut RSUD Bekasi Ellya Niken Prastiwi sebelumnya mengonfirmasi satu orang korban meninggal dunia. Sisanya ada 22 nan tetap dirawat.
"Hari ini per hari ini pasien nan dirawat di kami adalah ada 22. Satu baru datang tadi di IGD gitu. 22 ini nan di ICU ada tiga dan, qadarullah, satu baru saja meninggal," katanya.
Ellya menjelaskan beberapa korban di RSUD sudah menjalani operasi, terutama korban nan berada di ICU.
"Dan semuanya nan di ICU kemarin sudah dalam pascaoperasi," jelas Ellya.
Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL terjadi pada Senin (27/4) malam. Pada Selasa (28/4), KAI menyebut ada 15 orang nan menjadi korban meninggal. Kini, jumlah korban meninggal bumi bertambah menjadi 16 orang.
(tsy/rfs)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·