Jelang MSCI Market Review 23 Juni, BEI Harap Bursa RI Tetap di Emerging Market

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Refleksi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9). Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, optimistis Morgan Stanley Capital International (MSCI) bakal mempertahankan status pasar modal Indonesia dalam kategori pasar berkembang alias emerging market.

Lembaga penyedia indeks saham dunia itu dijadwalkan merilis MSCI Market Classification Review pada 23 Juni malam waktu setempat alias 24 Juni pagi waktu Indonesia. Hasil tersebut secara resmi bakal menentukan apakah Indonesia mempertahankan status emerging market alias mengalami perubahan peringkat.

Menurut Jeffrey, beragam perkembangan nan disampaikan dalam hasil peninjauan MSCI terbaru memberikan angan besar bagi Indonesia untuk tetap berada di kategori emerging market.

“Pasar juga bakal memandang secara objektif apa nan sudah dilakukan oleh Bursa [Efek Indonesia] empat bulan ini. Tentu kita tidak berandai-andai, kita tunggu saja hasilnya,” kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (19/6).

Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Berdasarkan beragam reformasi dan perbaikan nan telah dijalankan, Jeffrey berambisi pasar modal Indonesia tetap berada di golongan emerging market. Menurutnya, langkah-langkah tersebut menjadi modal krusial dalam proses pertimbangan oleh MSCI.

“Tentu kita punya angan sangat besar bahwa Indonesia bakal tetap di emerging market,” ucap Jeffrey.

Jeffrey menegaskan BEI bakal terus melanjutkan reformasi pasar modal, termasuk meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola, dan memperbaiki beragam aspek prasarana pasar.

“Kami kudu optimistis lantaran kita sudah melakukan banyak hal. Klarifikasi dan obrolan itu rutin dilakukan. Baik dari pihak MSCI menjelaskan ke kami, dan sebaliknya kami menjelaskan ke MSCI,” tutur Jeffrey.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan