Ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)
JAWA Tengah tetap kekurangan ribuan ekor kerbau untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha mendatang, pasokan hewan kerbau segera didatangkan dari beragam wilayah provinsi tetangga untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Pemantauan Media Indonesia Rabu (20/5) sepekan jelang Idul Adha, penduduk di sejumlah wilayah di Jawa Tengah mulai berburu hewan ternak untuk kebutuhan kurban, apalagi sebagian memilih langsung masuk ke desa-desa untuk mendapat alias membeli ternak seperti sapi, kambing, domba dan kerbau langsung ke petani alias peternak.
Meskipun ratusan lapak musiman unik hewan kurban bertebaran di beragam wilayah dengan nilai penawaran sesuai dengan kondisi dan berat hewan ternak tersebut, namun sebagian penduduk merasa lebih mantap langsung ke peternakan alias petani, lantaran di samping nilai lebih miring juga kualitas terbaik dipandang lebih baik.
"Saya mewakili sejumlah tetangga untuk mencari hewan kurban langsung ke pelosok desa, selain nilai lebih murah juga terawat," ujar Ridwan,55, penduduk Candi, Kota Semarang.
Namun berbeda dengan diungkapkan Rochmad, penduduk Kudus mengaku untuk kurban tahun ini sudah keluar masuk desa hingga beragam wilayah sekitar, namun belum menemukan, lantaran untuk lebaran ini masjid di Kudus sesuai kesepakatan memilih hewan kerbau. "Meskipun lebih mahal dari sapi, mungkin bergerak ke wilayah lebih jauh untuk mendapatkan," tambahnya.
Sementara di beberapa pasar hewan di sekitar Kudus, hewan kerbau memang terlihat jarang terlihat, dari ratusan ekor sapi dan kambing untuk ternak ini jumlah tersedia hanya bisa dihitung dengan jari dan itupun harganya cukup tinggi selisih sekitar 3-5 juta dibanding sapi dengan berat nan sama
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo membenarkan kekurangan hewan ternak kerbau, hingga jelang Lebaran Idul Adha nan tinggal sepekan lagi ini, hewan kurban kerbau dari kebutuhan 1.910 ekor baru tersedia 1.224 ekor, sehingga untuk menutup kekurangan terpaksa mendatangkan dari wilayah lain.
"Meskipunbubtuk hewan kurban lain seperti sapi, kambing dan domba berlimpah, namun tradisi dan budaya di sini sejak jaman wali penduduk memilih kerbau," ujar Didik Tri Prasetiyo.
Demikian Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares juga mengungkapkan kekurangan hewan kurban kerbau, dari kebutuhan sebanyak 4.472 ekor hingga saat ini tetap tersedia 1.204 ekor, meskipun untuk hewan kurban lain Jawa Tengah berlimpah dan surplus.
Pada tahun ini, menurut Defransisco Dasilva Tavares, populasi hewan ternak di Jawa Tengah mencapai 6,3 juta ekor, sedangkan kebutuhan kurban sekitar 9-10 persen alias 593.168 ekor, sedangkan unik untuk menutup kekurangan hewan kerbau maka sedang diupayakan mendatangkan dari wilayah lain.
Berdasarkan info diperoleh Media Indonesia, wilayah Indonesia dengan populasi hewan kerbau terbesar di Provinsi Aceh mencapai 108.522 ekor alias 14 persen dari total populasi di Indonesia sebanyak 755.468 ekor, kemudian disusul oleh $ulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur (NTT). (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·