Jelang HUT RI ke-81 Menkes Soroti Angka Kematian TBC Tertinggi Setelah India

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Saat Meninjau Kondisi Kesehatan Warga di Wilayah Padat Penduduk Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti tetap tingginya kematian akibat tuberkulosis (TBC) di Indonesia menjelang 81 tahun kemerdekaan. Ia menyebut TBC tetap menjadi penyakit menular dengan jumlah kematian tertinggi di Indonesia, apalagi melampaui COVID-19.

Hal itu disampaikan Budi saat menghadiri agenda skrining TBC dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di pesantren dan permukiman padat masyarakat di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (13/8).

"TBC ini kita sudah mau 81 tahun merdeka. Tetap meninggalkannya paling banyak, lebih banyak dari Covid, ini meninggalkannya setiap tahun," kata Budi.

Budi mengatakan Indonesia tetap menempati ranking kedua dengan jumlah kematian akibat TBC terbanyak di bumi setelah India.

"Dan kita ranking nomor dua dari bawah. Ranking nomor dua dari bawah. Karena paling banyak sesudah India," ujarnya.

Menurut Budi, kondisi tersebut menjadi persoalan serius lantaran TBC sebenarnya bukan penyakit nan tidak dapat disembuhkan. Obat untuk TBC telah tersedia dan efektif jika dikonsumsi sesuai ketentuan.

"Penyakit ini ribuan tahun sudah ada dan anehnya obatnya sudah ada. Obatnya ada dan manjur. Kalau minum obat pasti sembuh," jelas Budi.

Ia menilai persoalan utama berada pada keterlambatan menemukan penderita. Banyak orang nan terinfeksi TBC belum mengetahui kondisinya lantaran belum menjalani skrining.

"Masalahnya adalah enggak ketahuan jika dia sakit TBC lantaran skriningnya terlambat alias tidak dilakukan," kata dia.

Budi mengatakan pemerintah sekarang mendorong skrining lebih garang untuk menemukan penderita TBC dan segera memberikan pengobatan. Upaya tersebut dinilai krusial untuk memutus rantai penularan sekaligus menekan nomor kematian akibat TBC di Indonesia.

"Itu sebabnya Kementerian Kesehatan lantaran mau memperpanjang rata-rata usia hidup rakyat Indonesia, kudu bisa mengurangi kematian lantaran TBC dengan langkah skriningnya diperbanyak," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan