Jelang Forum ASEAN 2026, Pemerintah Minta Pengembangan Smart City Sesuai Karakter Daerah

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Jum'at, 15 Mei 2026 |07:55 WIB

Jelang Forum ASEAN 2026, Pemerintah Minta Pengembangan Smart City Sesuai Karakter Daerah

Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Ditjen Bina Adwil, Amran

JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi nasional menjelang penyelenggaraan The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting di Cebu, Filipina, pada Juli 2026.

Dalam persiapan keikutsertaan Indonesia pada forum internasional tersebut, pengembangan smart city di Indonesia kudu disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, serta potensi masing-masing daerah.

Pasalnya, pembangunan kota pandai tidak kudu meniru wilayah maupun negara lain, karena setiap wilayah mempunyai tantangan, kondisi sosial, serta karakter nan berbeda.

“Smart city bukan soal menyeragamkan teknologi, tetapi gimana penemuan nan dibangun bisa menjawab kebutuhan masyarakat sesuai konteks wilayah masing-masing,” ujar Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Ditjen Bina Adwil, Amran, Jumat (15/5/2026).

Ditjen Bina Adwil mencatat sejumlah kota personil ASCN Indonesia telah menghadirkan penemuan pelayanan publik digital nan inklusif. Jakarta mengembangkan jasa publik digital terintegrasi, Banyuwangi melalui program Smart Kampung, Makassar dengan jasa publik berbasis teknologi, serta Sumedang melalui penguatan digitalisasi desa.

Selain itu, Semarang sukses mengembangkan strategi kota handal berbasis mitigasi risiko, sementara Denpasar memperkuat pariwisata digital dan ekonomi imajinatif nan didukung konsep green mobility serta pelestarian budaya lokal.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com