, PROBOLINGGO, –
Festival Jazz Gunung Bromo 2026 resmi menjadi panggung promosi wisata unggulan Kabupaten Probolinggo. Kolaborasi antara Jazz Gunung Indonesia, Kementerian Pariwisata, dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo ini digelar di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo pada 24-25 Juli 2026.
Bupati Probolinggo Mohammad Haris menegaskan bahwa perhelatan ini mendapat support penuh dari Pemkab Probolinggo. Dukungan tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan branding Probolinggo Paradise.
"Perhelatan musik nan memadukan seni, budaya dan pemandangan alam itu mendapat support penuh dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo," kata Mohammad Haris dalam keterangan nan diterima di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu.
Dampak Ekonomi dan Pemberdayaan Lokal
Festival ini tidak hanya menyajikan pagelaran musik jazz di alam terbuka. Lebih dari itu, aktivitas ini mendorong pemberdayaan pelaku UMKM, organisasi lokal, dan sektor pariwisata.
"Penyelenggaraan even berbobot menjadi bagian dari strategi pemerintah wilayah dalam memperkuat gambaran Kabupaten Probolinggo sebagai lokasi wisata kelas dunia," tutur Haris.
Kehadiran ribuan visitor dinilai menjadi kesempatan besar bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk unggulan mereka. Hal ini diharapkan bisa memperluas akibat ekonomi bagi masyarakat di area Bromo.
Keindahan Alam dan Musik Berkelas
Keindahan alam Bromo nan dipadukan dengan pagelaran seni bergengsi menjadi daya tarik tersendiri. Kombinasi ini menyasar visitor domestik maupun mancanegara.
"Tidak banyak even di tempat nan luar biasa seperti ini nan betul-betul bergengsi dan menyajikan sesuatu nan berbeda di cuaca nan sejuk. Ini sangat luar biasa," kata Haris.
Kabupaten Probolinggo sendiri mempunyai kekayaan lokasi wisata nan lengkap, mulai dari area pantai hingga pegunungan. Potensi tersebut menjadi modal utama dalam membangun sektor pariwisata nan berkekuatan saing.
"Branding Probolinggo Paradise terus diperkuat melalui beragam agenda wisata berskala nasional maupun internasional agar semakin dikenal luas," ujarnya.
Ekosistem Seni dan Pariwisata
Founder Jazz Gunung Indonesia, Sigit Pramono, mengatakan bahwa Jazz Gunung telah berkembang menjadi sebuah ekosistem. Ekosistem ini menghubungkan seni, budaya, pariwisata, hingga pelaku upaya lokal dalam satu rangkaian kegiatan.
“Jazz Gunung Bromo bukan hanya tentang konser musik. Festival ini menjadi ruang kerjasama nan memberikan faedah bagi masyarakat, pelaku upaya hingga sektor pariwisata di area Bromo,” ujar Sigit.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·