
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjawab soal rumor hukuman pengurangan poin kepada klub-klub peserta (Foto: Okezone/Cikal Bintang)
JAKARTA – Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjawab spekulasi soal hukuman pengurangan poin bagi klub-klub nan melakukan pelanggaran. Ia memastikan perihal tersebut belum ada di kode disiplin.
Kendati demikian, I.League membuka kesempatan mendorong izin unik berupa hukuman pengurangan poin bagi klub nan terlibat dalam kasus kerusuhan suporter. Wacana tersebut muncul setelah kejadian nan terjadi dalam pertandingan Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Super League 2026-2027.
"Memang di dalam kode disiplin belum tertera,” kata Ferry dalam konvensi pers di Kantor I.League, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
“Tapi terhadap indikasi larangan alias katakanlah kerusuhan-kerusuhan nan terjadi ini, ya tidak menutup kemungkinan kami bakal mendorong untuk bisa diberikan hukuman di dalam satu izin tersendiri, untuk diberikan hukuman pengurangan poin," imbuhnya.
1. Penanganan Lebih Tegas

Ferry menilai kerusuhan nan terus berulang memerlukan penanganan lebih tegas agar keamanan tetap terjaga. Menurutnya, kenyamanan stadion menjadi perihal utama lantaran pertandingan sepakbola sekarang juga dihadiri beragam kalangan, termasuk wanita dan anak-anak.
"Karena apa nan sudah kita jaga selama ini tentunya kudu mempunyai kepastian, kenyamanan, ya. Bahkan jika kita lihat sekarang penonton-penonton itu sudah banyak nan ibu-ibu, anak-anak, ya. Ini mengindikasikan sebenarnya hari demi hari di dalam pertandingan itu semakin nyaman," ujar Ferry.
2. Sanksi buat Suporter
I.League juga berencana mendorong pemberian hukuman lebih berat kepada oknum suporter nan berulang kali memicu keributan. Hal ini diwacanakan untuk memberikan pengaruh jera kepada nan 'bandel'.
"Nah, lantaran ada beberapa oknum terutama beberapa suporter nan selalu membandel dan berindikasi alias berimplikasi terjadi keributan, ya kami pasti bakal mendorong untuk bisa diberikan hukuman nan berat," tutur Ferry.
Mantan petinggi Persija Jakarta itu turut menyoroti perilaku sebagian suporter nan menjadikan kerusuhan seolah-olah sebagai perihal biasa dalam sepakbola. Oleh lantaran itu, I.League mendorong agar pelaku nan terbukti berulang kali membikin keributan mendapatkan balasan lebih berat.
"Seperti tadi nan disampaikan, memang ada tendensi ya, nan selalu akan, istilahnya, seperti jika berkelahi, rusuh itu jadi seperti tren,” ungkap Ferry.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·