Jasa Raharja Beri Santunan ke Ahli Waris Korban Tabrakan Kereta Rp 90 Juta

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

PT Jasa Raharja memastikan seluruh korban kecelakaan nan melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur mendapatkan perlindungan dasar dari negara.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyatakan mahir waris dari korban nan meninggal bumi bakal menerima total santunan sebesar Rp 90 juta.

Jumlah tersebut terdiri dari santunan dasar sesuai ketentuan sebesar Rp 50 juta nan diserahkan oleh Jasa Raharja. Sementara itu, santunan tambahan sebesar Rp 40 juta diberikan melalui anak upaya Jasaraharja Putera nan bekerja sama dengan PT KAI (Persero).

“Kami dari Jasa Raharja menyampaikan turut bersungkawa atas kecelakaan nan terjadi. Sejak awal kejadian, kami telah berkoordinasi untuk memastikan bahwa negara datang memberikan perlindungan dasar bagi masyarakat nan menjadi korban,” ujar Awaluddin melalui keterangannya, dikutip Selasa (28/4).

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin (kanan). Foto: Jasa Raharja

Semenntara untuk korban nan mengalami luka, Jasa Raharja menanggung biaya perawatan di rumah sakit dengan plafon maksimal Rp 20 juta sesuai ketentuan. Selain itu, Jasaraharja Putera turut memberikan perlindungan tambahan hingga Rp 30 juta.

Manajemen pun memastikan biaya perawatan di delapan rumah sakit nan menangani korban telah terjamin melalui publikasi guarantee letter.

“Kami terus memonitor perkembangan di lapangan lantaran tetap dimungkinkan adanya tambahan korban nan dirujuk ke rumah sakit lainnya,” tambah Awaluddin.

video story embed

Jasa Raharja bakal terus memantau perkembangan kondisi para korban, sekaligus memastikan proses penyaluran santunan dapat melangkah sigap dan tepat sasaran.

“Kami juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama dan sinergi seluruh lembaga nan telah membantu percepatan penanganan korban. Prinsip kami, tidak boleh ada korban nan tertunda penanganannya,” tutur Awaluddin.

Berdasarkan info sementara, tercatat sedikitnya 7 orang meninggal bumi dan 79 lainnya mengalami luka-luka serta tetap menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan