Janji Pemprov DKI di Tengah Wacana Penghapusan Jalur Sepeda

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta memastikan pertimbangan jalur sepeda di Jakarta tidak dimaksudkan untuk menganaktirikan pesepeda. Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo mengatakan Pemprov DKI telah menerima beragam masukan mengenai kondisi jalur sepeda sebelum menentukan kebijakan selanjutnya.

"Tapi prinsipnya, tentu ini tidak dalam rangka alias dalam konteks kita mau menganak-tirikan pesepeda, itu jelas tidak. Karena itu adalah mandat undang-undang gimana pesepeda itu mesti diafirmasi dan difasilitasi," kata Yustinus di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Menurut Yustinus, nan tengah dikaji Pemprov DKI adalah gimana akomodasi bagi pesepeda tersebut dapat diatur dan diterapkan secara efektif sesuai kondisi di lapangan.

Yustinus menyebut Pemprov DKI menemukan sejumlah persoalan pada jalur sepeda nan ada saat ini. Di antaranya jalur sepeda nan diokupasi kendaraan lain, tidak terawat, hingga jalur nan tidak terhubung alias terputus.

"Jalur sepeda nan diokupasi oleh kendaraan lain, ada jalur sepeda nan sudah tidak terawat, ada nan jalurnya tidak terhubung alias tidak tersambung, ada nan putus begitu ya," kata Pramono.

Kondisi tersebut, lanjut Yustinus, justru dapat menakut-nakuti keselamatan pesepeda lantaran jalur nan semestinya menjadi ruang unik bagi pesepeda tidak dalam kondisi steril.

"Di lapangan kan nan kita sering hadapi saat ini justru jalur sepeda dipakai oleh jalur ojek alias ada mobil nan mengokupasi, ada bajaj dan sebagainya. Sehingga tidak steril dan berakibat pada ancaman keselamatan," jelas dia.

Meski begitu, Yustinus memastikan Pemprov DKI tidak bakal langsung mengambil keputusan mengenai keberadaan jalur sepeda. Dia bilang pihaknya tetap mengumpulkan masukan dari beragam pihak, termasuk organisasi pesepeda, Dewan Transportasi Jakarta, dan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP).

"Tentu saat ini, fasenya kita tetap mendengarkan masukan dari organisasi sudah ada banyak masukan. Lalu juga dari Dewan Transportasi kita juga berbincang termasuk kelak juga dari ITDP," kata Yustinus.

Seluruh masukan tersebut nantinya bakal dibawa dalam rapat untuk menentukan kebijakan nan dinilai paling tepat bagi Jakarta.

"Nah berasas itu semua, kelak bakal dibawa dalam rapat nan bakal diputuskan oleh Pak Gubernur kira-kira nan terbaik apa untuk Jakarta," ujarnya.

Sebelumnya, usulan tersebut disampaikan akun Threads @seahawk kepada Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo. Akun tersebut menilai jalur sepeda di jalan protokol tidak lagi optimal digunakan dan keberadaannya dapat membatasi ruang kendaraan.

"Pak @pramonoanungw usul pak, jalur sepeda di jalan protokol baiknya di hilangkan. kami lihat sudah tidak terpakai dan sepeda kebanyakan hanya pada saat cfd. jika dihilangkan bisa memperlebar badan jalan dan mengurangi kemacetan pada saat weekdays," tulis akun tersebut.

Yustinus kemudian merespons usulan itu dan menyatakan persoalan tersebut bakal segera dibahas dan diputuskan oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Betul sekali. Ini jadi topik nan bakal segera diputuskan," tulis Yustinus dalam balasannya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita