Jangkau Pelosok Waerii: Misi 3 Hari Pemulihan Dokumen Warga Pascagempa Manggarai

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Direktur IDKN Ditjen Dukcapil Handayani Ningrum menyerahkan arsip kependudukan kepada penduduk Desa Longko, Manggarai, NTT, dalam tindakan tanggap musibah nan mencatat 758 jasa adminduk selama tiga hari. Foto: Dok. Istimewa

Debu tipis dan sisa retakan tanah jejak guncangan gempa tetap terlihat di sepanjang jalan bukit menuju Desa Longko, Kecamatan Waeri'i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Di desa nan berada di kaki perbukitan tersebut, Rabu (26/8/2026) pagi hingga sore, suasana laman instansi desa tampak sibuk. Warga beramai-ramai mengantre di posko darurat bukan hanya untuk memulihkan tempat tinggal, melainkan untuk menegakkan kembali hak-hak keperdataan mereka nan lenyap akibat bencana.

Bagi setiap warga, tak terkecuali penduduk pelosok pedalaman Manggarai, arsip kependudukan seperti Kartu Keluarga, KTP-el, alias akta kelahiran adalah jangkar utama untuk mengakses pelayanan publik lainnya seperti agunan sosial, support pemulihan bencana, support sosial , pendidikan, kesehatan hingga perbankan. Ketatnya waktu dan sulitnya medan pascagempa tak menghalangi langkah tim campuran Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri untuk datang langsung menjemput bola melakukan pelayanan Adminduk.

Dipimpin oleh Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional Ditjen Dukcapil, Handayani Ningrum, tim tanggap musibah pusat ini membawa misi unik melengkapi peralatan kerja serta personel pendamping guna mendukung tindakan sigap tanggap Dinas Dukcapil Kabupaten Manggarai. "Pelayanan di hari ketiga ini dipusatkan di Desa Longko, Kecamatan Waeri'i, mulai pukul 09.00 hingga 15.50 WITA. Kami memastikan setiap penduduk terdampak musibah nan dokumennya rusak alias lenyap bisa mendapatkan gantinya saat itu juga tanpa kerumitan prosedur," ujar Handayani Ningrum saat ditemui sebelum tim bertolak menuju Labuan Bajo, Rabu sore.

Direktur IDKN Ditjen Dukcapil Handayani Ningrum menyerahkan arsip kependudukan kepada penduduk Desa Longko, Manggarai, NTT, dalam tindakan tanggap musibah nan mencatat 758 jasa adminduk selama tiga hari. Foto: Dok. Istimewa

188 arsip terbit di hari ketiga

Di bawah pengarahan teknis tim gabungan, mesin cetak sigap KTP-el dan komputer perekaman biometrik beraksi nonstop. Warga nan sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani lokal mendatangi posko untuk melakukan penggantian arsip nan rusak alias publikasi baru. Sepanjang kurun waktu tujuh jam pelayanan di Desa Longko pada Rabu (26/8/2026), tim sukses menerbitkan total 188 arsip kependudukan. Capaian tersebut meliputi pencetakan 59 lembar Kartu Keluarga (KK), pencetakan 59 keping KTP elektronik, perekaman 23 KTP-el baru, publikasi 35 Kutipan Akta Kelahiran, 8 Akta Perkawinan, 2 Surat Keterangan Pindah WNI (SKPWNI), 1 Akta Kematian, serta 1 penggantian foto KTP-el.

Dengan selesainya pelayanan di Waeri'i, akumulasi pelayanan adminduk selama tiga hari beruntun tindakan tanggap musibah di wilayah Kabupaten Manggarai mencapai nomor 758 jasa dokumen.

Direktur IDKN Ditjen Dukcapil Handayani Ningrum menyerahkan arsip kependudukan kepada penduduk Desa Longko, Manggarai, NTT, dalam tindakan tanggap musibah nan mencatat 758 jasa adminduk selama tiga hari. Foto: Dok. Istimewa

Penguatan sarana dan pengabdian berkelanjutan

Suntikan support personel dan sarana peralatan dari pusat menjadi penguat napas bagi pemerintah wilayah dalam merawat arsip kependudukan penduduk di masa tanggap darurat.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Manggarai, Yakobus Baggut, menyampaikan apresiasi mendalam atas mobilitas sigap jejeran Kementerian Dalam Negeri nan diterjunkan langsung ke Bumi Manggarai. "Kami beserta seluruh tim Dukcapil Kabupaten Manggarai mengucapkan terima kasih nan sebesar-besarnya kepada Ditjen Dukcapil Kemendagri, terkhusus Bapak Dirjen Dukcapil dan Bapak Menteri Dalam Negeri. Bantuan peralatan jasa tambahan serta kehadiran personel pusat ini memberi kami daya baru. Kami berjanji bakal semakin giat dan tak kenal capek menyisir penduduk hingga ke pedalaman," tegas Yakobus Baggut.

Usai menuntaskan tugas di Desa Longko tepat pukul 15.50 WITA, rombongan tim tanggap musibah Ditjen Dukcapil langsung melakukan perjalanan darat menuju Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Dari Labuan Bajo, tim dijadwalkan terbang kembali ke Jakarta pada Kamis (27/8/2026).

Misi pemulihan di Manggarai membuktikan bahwa penanganan musibah tidak berakhir pada urusan dapur umum alias tenda darurat. Secarik arsip keperdataan nan kembali ke genggaman penduduk menjadi modal paling mendasar untuk membangun kembali kehidupan nan goyah akibat bencana.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan