
Cuci tangan sebelum makan kerap disepelekan. (Foto: Freepik)
MENCUCI tangan sebelum makan kerap diabaikan, terutama kala perut sudah keroncongan. Padahal ternyata, kebiasaan mengabaikan cuci tangan sebelum makan bisa datangkan akibat besar bagi kesehatan!
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama dalam unggahan video di akun Instagramnya membicarakan soal akibat kesehatan jika sepelekan cuci tangan sebelum makan. Menginat, tangan merupakan media utama berpindahnya beragam mikroorganisme rawan ke dalam saluran pencernaan.
"Siapa nan sering bilang, 'Udah ah, enggak usah cuci tangan, langsung makan aja'? Seberapa ancaman sih? Nah, jika Anda makan tanpa cuci tangan, nan masuk ke tubuh Anda itu, ingat, bukan hanya makanan aja,” kata dr. Aditya.

1. Bahayanya Tak Mencuci Tangan Sebelum Makan
dr. Aditya menjelaskan bahwa permukaan tangan nan tampak bersih sebenarnya menyimpan potensi ancaman dari beragam barang nan disentuh sehari-hari. Barang-barang tersebut, di antaranya adalah gawai, duit kertas, hingga akomodasi umum.
“Mungkin kejadian ini udah jadi perihal biasa buat kalian. Tapi kalian tahu enggak, tangan itu adalah salah satu kendaraan nan paling efektif buat kuman pindah ke mulut,” ucap dr. Aditya.
Tangan nan kotor dapat menjadi rumah bagi deretan mikroba jahat. dr. Aditya memaparkan beberapa jenis patogen nan berpotensi masuk ke tubuh jika kita mengabaikan kebersihan tangan.
“Jadi macam-macam nih nan ada di sini. nan pertama ada Norovirus. Itu salah satu penyebab muntah menceret nan paling mudah menular,” ujar dr. Aditya.
“Terus Salmonella, di mana nan bisa bikin diare, demam, keram perut, apalagi jangkitan berat. nan lainnya ada E. coli, Shigella, Campylobacter, sampai Hepatitis A,” papar dr. Adit.
2. Risiko Bisa Makin Meningkat
Risiko ini semakin meningkat andaikan tangan pernah terkontaminasi kotoran alias feses secara tidak sengaja. Mengutip info Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dr. Aditya menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap penularan penyakit berbasis lingkungan ini.
“Jadi jika tangan Anda terkontaminasi tinja dan langsung dipakai makan. Di sini CDC juga menekankan bahwa kuman dari feses nan di tangan itu termasuk Norovirus, Salmonella, E. coli, itu adalah sumber krusial penularan diare,” ungkapnya.
Dampak nan ditimbulkan pun bukan sekadar rasa mulas biasa, melainkan deretan gangguan kesehatan serius nan memerlukan penanganan medis.
“Dan ini penyakitnya bukan hanya mulas biasa aja. Nah, Anda di sini bisa kena gastroenteritis, muntah, diare, demam, keracunan makanan, disentri, tifoid, alias pada konteks tertentu sampai cacingan. Jadi telur parasit ini ikut tertelan dari tangan nan kotor,” tambah dr. Adit.
Lebih lanjut, dr. Aditya menjelaskan bahwa banyak orang merasa kondusif mengkonsumsi makanan hanya lantaran makanan tersebut disajikan bersih dan higienis. Padahal, ancaman terbesar seringkali terletak pada jemari sendiri.
World Health Organization (WHO) apalagi mencatat bahwa makanan nan terkontaminasi dapat menyebabkan lebih dari 200 jenis penyakit dan membikin ratusan juta orang sakit setiap tahunnya akibat foodborne disease.
“Dan kebenaran menariknya, nan banyak orang lain enggak tahu. Jadi nan bikin sakit itu bukan makanan kotornya, tapi tangan nan terlihat bersih nan padahal kumannya disini banyak banget dan nggak kelihatan,” terangnya.
26 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·