ilustrasi indikasi flu.(Magnific)
BANYAK orang menyebut hidung tersumbat dan bersin-bersin sebagai "flu", padahal bisa jadi itu hanya pilek. Keduanya sama-sama jangkitan saluran pernapasan atas dengan indikasi nan terlihat serupa. Namun, penyebab dan risikonya berbeda.
Beda Virus, Beda Reaksi Tubuh
Menurut UCLA Health, flu disebabkan oleh subtipe virus influenza, nan paling sering influenza A dan B. Virus ini menyebar lewat percikan liur saat penderita batuk alias bersin, dan bisa menghindari penemuan awal sistem imun.
Saat tubuh menyadari keberadaan virus influenza, jangkitan sudah berkembang sehingga muncul respons peradangan nan kuat. Itu sebabnya flu terasa datang tiba-tiba dan menyerang keras.
Berbeda dengan flu, pilek biasanya disebabkan oleh rhinovirus. Virus ini condong memicu respons imun nan lebih ringan, dan dapat dideteksi sistem imun tubuh lebih awal, sehingga peradangannya lebih lambat dan terukur.
Penyebab flu hanya satu, ialah virus influenza itu sendiri. Berbeda dengan pilek nan dapat berasal dari gangguan kesehatan lainnya.
Perbedaan Gejala Flu vs Pilek
Dilansir dari halodoc, berikut adalah beberapa indikasi flu nan perlu diperhatikan:
Demam tinggi.
Sakit kepala berat.
Batuk kering.
Sakit tenggorokan.
Badan menggigil.
Nyeri otot.
Kelelahan parah.
Mual dan muntah.
Berbeda dengan flu, pilek dapat dipicu oleh beragam kondisi seperti paparan udara terlalu dingin, alergi, menderita rhinitis non-alergi, menderita sinusitis, alias adanya perubahan hormon tubuh. Berikut adalah gejala pilek nan kudu diperhatikan:
Bersin-bersin.
Batuk.
Sakit tenggorokan.
Keluarnya lendir pada hidung.
Hidung tersumbat.
Badan lemas.
Sakit kepala.
Tingkat Keparahan dan Risiko
Flu bisa menjadi penyakit serius, apalagi berujung rawat inap dan kematian. Sementar Pilek lebih singkat dan gejalanya lebih ringan. UCLA Health menegaskan bahwa pilek memang tidak menyenangkan, tetapi bukan ancaman serius bagi kesehatan.
Kelompok nan rentan mengalami komplikasi flu antara lain anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi medis tertentu alias sistem kekebalan nan lemah. Pilek jarang menimbulkan komplikasi serius, meski pada sebagian kasus bisa memicu sinusitis alias jangkitan telinga. (Sumber: halodoc, UCLA health/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·