Jalin Kolaborasi Mitigasi Risiko lewat Pemanfaatan Teknologi

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Jalin Kolaborasi Mitigasi Risiko lewat Pemanfaatan Teknologi Ilustrasi(Istimewa)

PT Smartin Advisor Sistem (SAS) dan Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) bekerja-sama menggulirkan literasi keuangan dan investasi mahasiswa dengan tujuan membangun budaya investasi di generasi muda. Literasi ini juga diharapkan membantu generasi muda lebih berhati-hati dalam berinvestasi melalui strategi manajemen risiko. 

Kegiatan ini dilakukan melalui obrolan berjudul Digital Literacy to Financial Resilience: Membangun Generasi Kritis di Tengah Ekonomi Investasi Digital di Kampus A Limau Uhamka, Jakarta, Kamis (15/10). 

Pada kesempatan ini, Smartin menghadirkan Smartin Investment Club di Uhamka nan beranggotakan para mahasiswa. Klub ini bakal menggulirkan beberapa kegiatan, seperti obrolan rutin investasi saham, kripto, dan futures, lampau kejuaraan trading, training public speaking, dan digital marketing. 

Klub investasi ini menjadi platform literasi finansial berkelanjutan. Lebih jauh lagi, Smartin Investment Club diharapkan bisa melahirkan talenta baru untuk memperkuat ekosistem industri finansial Indonesia, mulai dari perdagangan saham, kripto, futures, apalagi sektor perbankan dan asuransi. Dupoin Futures memberikan support penuh terhadap literasi finansial dan investasi nan diselenggarakan oleh Smartin, khususnya dengan Uhamka. 

Hasil survey memerlihatkan, kebanyakan mahasiswa namalain 45% belum mempunyai instrumen investasi. Sebanyak 15% sudah punya investasi dan 40% berencana untuk berinvestasi. Mereka nan sudah berinvestasi di saham maupun di futures dan aset digital kebanyakan memanfaatkan teknologi untuk mitigasi akibat (50%).

Mereka nan tidak melakukan trading alias investasi digital dipicu oleh beberapa faktor, ialah 60% lantaran belum tahu kesempatan nan ada, belum ada modal 35%, dan menilai trading tidak legal 5%. Terpenting, kebanyakan mahasiswa mengaku bahwa perlu ada klub investasi, ialah 75%, sedangkan hanya 5% nan merasa tidak perlu klub tersebut. Sisanya, 20% mengaku tidak tahu.

"Kami menggelar literasi investasi bagi intelektual muda agar dapat membantu mereka lebih prudent dalam berinvestasi. Selain itu, kami membangun budaya berinvestasi lewat kehadiran Uhamka-Smartin Investment Club nan beranggotakan para mahasiswa," ucap Philip Chan, chief business officer (CBO) Dupoin Group International dalam aktivitas itu.

Philip juga meresmikan kehadiran Smartin Investment Club di Uhamka. Sesuai rencana, Dupoin dan Smartin bakal membentuk klub investasi serupa di sejumlah universitas.  

Philip menyatakan, literasi finansial dan investasi sangat krusial di era saat ini. Oleh karena itu, Dupoin mendukung inisiatif Smartin menggelar literasi sekaligus mendirikan klub investasi di Uhamka. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan para mahasiswa untuk belajar dan praktik investasi nan bakal berfaedah kala memasuki bumi kerja. 

Klub investasi ini, kata dia, diharapkan bisa melahirkan talenta-talenta baru di sektor keuangan. Mereka bisa diserap oleh perusahaan pialang berjangka resmi seperti Dupoin, lampau industri asuransi, perbankan, hingga Bittime. 

“Kita beri kesempatan mahasiswa untuk mempraktikkan pengetahuan di klub investasi sebelum mereka terjun ke bumi kerja. Jadi, saya mengimbau mahasiswa terus belajar investasi dan dijadikan kebiasaan,” tuturnya dia.  

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Uhamka Tellys Corliana menyatakan, aktivitas ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan dari luar kelas. Pada prinsipnya, literasi dapat membikin mahasiswa lebih kritis dalam menyikapi bumi digital nan berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.  

“Teknologi digital itu seumpama senjata bermata dua, ialah bisa bermanfaat, tapi jika salah, menjadi sumber kesesatan. Selama ini, investasi digital banyak nan menggiurkan, seolah-olah bisa menjadi langkah untuk sigap kaya. Padahal, ini kudu dikritisi,” terang dia. 

Uhamka, kata dia, mempunyai mata kuliah literasi digital. Kegiatan literasi finansial dan digital Smartin diharapkan melengkapi mata kuliah ini. Mahasiswa juga bisa langsung menerapkan pengetahuan dari aktivitas ini klub invetsasi. 

Direktur Utama PT Smartin, Odang Supriatna menuturkan, aktivitas literasi ini sangat bermanfaat, lantaran melibatkan beberapa pelaku pasar sekaligus akademisi, influencer, dan praktisi media sosial. Dengan demikian, peserta tidak saja disuguhi pengetahuan berangkaian dengan industri perdagangan berjangka komoditas (PBK), namun diberikan kesadaran (awareness) bahwa industri ini memberi kesempatan menjadi analis, influencer, digital marketing, trader, dan advicer. 

Manfaat lainnya, lanjut dia, peserta mendapatkan pembekalan bahwa untuk menjadi pelaku pasar di industri PBK, memerlukan pengetahuan (knowledge), skill dan pengalaman nan memadai. Peserta diberi kesempatan belajar di SAS untuk mendapatkan perihal tersebut.  

“Bagi lembaga pendidikan, khususnya untuk bidang ekonomi dan TI, aktivitas ini memberikan gambaran apa nan menjadi kebutuhan upaya di bagian investasi dan tekhnologi Informasi” papar dia. 

Disisi lain, Market Expert & Chief Financial Analyst Dupoin Futures, Geraldo Kovit menuturkan, aktivitas ini menjadi momentum krusial untuk meningkatkan literasi digital dan literasi finansial generasi muda, khususnya dalam memahami kesempatan dan akibat di tengah perkembangan ekonomi digital. Generasi muda tidak cukup hanya mempunyai akses terhadap teknologi dan beragam instrumen investasi, tetapi juga perlu dibekali keahlian berpikir kritis, memahami risiko, serta mengambil keputusan finansial secara bijak dan bertanggung jawab. 

“Harapannya, melalui edukasi ini, mahasiswa dapat menjadi generasi nan lebih pandai dalam memanfaatkan teknologi, tidak mudah terjebak dalam investasi terlarangan alias keputusan impulsif, serta bisa membangun ketahanan finansial untuk masa depan,” imbuh dia.

Chief Investor Relation Dupoin Futures, Dhiraj Kelly Salwani menyatakan, Smartin menggelar literasi investasi agar mahasiswa bisa mulai mengurangi pengeluaran dan mengalokasikannya ke investasi. Dia lantas beberapa prinsip investasi.. 

“Intinya lindungi dulu modalmu, jangan langsung mau sigap kaya,” tegas dia. 

Sementara itu, Product Marketing Supervisor Bittime, Fini Charista menekankan pentingnya literasi sebelum terjun langsung ke bumi investasi dan trading. Sebab, tanpa literasi nan memadai, potensi merugi saat berinvestasi alias trading sangat besar. 

Setiap aset, kata dia, mempunyai karakter nan berbeda. Ada nan lebih dikenal sebagai aset investasi, ada nan mempunyai kegunaan dalam ekosistem teknologi tertentu, dan ada juga produk nan memberikan eksposur terhadap pergerakan nilai aset.

Namun, dia menyatakan, semakin banyak pilihan, bukan berfaedah semuanya cocok untuk setiap orang. Intinya, penanammodal tetap perlu memahami kegunaan aset, langkah kerjanya, serta akibat nan mungkin terjadi. Jadi, kesempatan investasi sebaiknya dilihat dari pemahaman terhadap aset tersebut, bukan hanya lantaran asetnya sedang terkenal alias harganya sedang naik.

“Menurut saya, kita tidak bisa menilai suatu aset hanya dari kenaikan harganya. Ada beberapa perihal nan perlu diperhatikan sebelum memilih aset digita, seperti kegunaan aset tersebut, likuiditas dan volatilitas, dan aspek keamanan dan pastikan platform nan digunakan memenuhi ketentuan nan berlaku,” tandasnya.

Wakil Dekan Fisip Uhamka, Farida Hariyanto menyampaikan, manajemen akibat adalah bagian dari literasi sebelum trading dan investasi. Selain itu, usahakan berinvestasi dengan duit dingin, bukan untuk kebutuhan pokok, seperti penghasilan dan jatah bulanan keluarga.

“Mahasiswa Uhamka sudah mendapatkan bekal banyak dari para mahir dalam aktivitas literasi finansial Smartin,” pungkasnya. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑